dok Instagram pribadi bersangkutan yang dikutif dari wolipop.detik.com
NEW YORK – Hasil pemililihan Kepala Daerah Walikota New York City (NYC) Amerika Serikat pekan kemarin benar-benar fenomenal dan akan tercatat dalam sejarah perjalanan demokrasi ‘’Negeri Paman Sam’’ tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran berbagai sumber diperoleh beberapa catatan penting selama pilkada berlangsung.
Pertama, proses pemilihan yang cukup demokratis, transparan hampir tanpa celah. Bahkan angka partisipasi pemilih tertinggi sepanjang sejarah pilkada dilaksanakan di New York.
Kedua, Untuk pertama kalinya pilkada berhasil dimenangkan secara demokratis oleh seorang muslim dan keturunan imigran yakni Zohran Mamdani. Dan menarik, perolehan suara Zohran jauh mengalahkan rivalnya yang mendapatkan sokongan dari Partai Politik termasuk dari Donald Trump yang sekarang ini sedang menjabat selaku Presiden. Zohran bahkan berhasil membalikkan keadaan bahkan bisa dianggap menjadi antitesa atas kebijakan Trump selama ini yang dianggap cenderung diskriminatif terhadap kaum imigram. Bahkan dalam berbagai kesempatan mengancam akan segera melakukan deportasi dari Amerika.
Ketiga. pilkada kali ini juga menghasilkan sosok pemimpin termuda dan kritis sepanjang sejarah New York.

Dan Keempat, menjadi pusat perhatian adalah sosok sang istri Zohran , Rama Duwaji seorang seniman terkenal yang akan menjadi ‘first lady’ termuda dengan usia masih 28 tahun. Dikutip di laman wolipop.detik.com, Seperti sang suami, Rama juga bakal menjadi istri Wali Kota pertama beragama Islam. Rama diketahui keturunan Suriah yang berprofesi sebagai ilustrator dan animator di Brooklyn.
Dilansir CNN, wanita yang lahir di Texas tersebut kuliah di Virginia Commonwealth University School of the Arts di Qatar sebelum pindah kembali ke AS untuk menyelesaikan gelarnya di Richmond. Dikenal sebagai ilustrator, karyanya yang paling terkenal adalah logo dan branding kampanye Zohran Mamdani yang khas dengan warna kuning bayangan merah, dengan latar belakang biru Partai Demokrat.
Di situsnya, Rama mengatakan karyanya pernah muncul di BBC, The New Yorker, dan Vogue. Selain ilustrasi, ia juga membuat keramik. Karya seninya kerap membawa pesan politik mendalam, termasuk kritik terhadap tindakan Israel di Gaza dan refleksi terhadap krisis lain di Timur Tengah.
“Saat ini, aku fokus membuat karya seni berdasarkan pengalamanku dan hal-hal yang saya pedulikan, dan komunitas yang terbentuk dari percakapan tentang karyaku baik online maupun secara langsung terjadi secara organik. Aku membuat karya saya untuk orang-orang yang peduli dengan hal-hal yang aku pedulikan,” kata Duwaji kepada majalah YUNG pada bulan April seperti dikutip di laman wolipop.detik.com.



