Tim Bonjowi Desak Kapolri Baru Bongkar Dokumen Ijazah Jokowi

whatsapp image 2026 02 16 at 14.39.20 (1)

JAKARTA — Misteri mangkraknya sidang sengketa keterbukaan informasi publik antara Tim Bonjowi dan Polda Metro Jaya di Komisi Informasi Pusat (KIP) kian menyingkap tabir kecurigaan baru. Di tengah sikap KIP yang terus mengulur waktu, terungkap dugaan adanya relasi lembaga pengawas keterbukaan tersebut dengan institusi kepolisian.

Perwakilan dari Tim Bonjowi, Jemmy Mokolensang, S.H., secara terbuka membeberkan salah satu poin krusial yang paling dicurigai menjadi penyebab lambannya penanganan perkara ini. Menurutnya, ada jejak relasi janggal berupa pemberian penghargaan antara komisioner KIP dan pihak kepolisian di masa lalu. Dan boleh jadi masih berimbas sampai sekarang ini.

“Yang kami curigai, di balik peristiwa ini pernah ada pertemuan antara komisioner KIP dengan Polri dan memberi penghargaan. Sehingga, komisioner ini mungkin bingung dan tersandera,” ungkap Jemmy tajam.

1. KIP Tersandera Penghargaan, Sidang Jalan di Tempat

Jemmy menilai, kebingungan dan sikap pasif komisioner KIP dalam memproses sengketa dokumen penting bersumber dari konflik kepentingan yang tidak sehat. Alih-alih berdiri tegak sebagai lembaga mandiri yang mengawal hak publik, relasi-relasi informal tersebut dikhawatirkan telah melemahkan keberanian moral KIP untuk menghadapi institusi penegak hukum.

Akibatnya, permohonan sengketa terkait ratusan dokumen vital yang dipegang Polda Metro Jaya terus-menerus mengendap tanpa kejelasan jadwal sidang.

2. Momentum Kapolri Baru: Hilangkan Ketakutan Ungkap Kebenaran

Di tengah jalan buntu yang diciptakan oleh KIP dan Polda Metro Jaya, Jemmy melihat secercah harapan baru dengan adanya pergantian pucuk pimpinan di Korps Bhayangkara.

Tim Bonjowi berharap momentum kepemimpinan Kapolri baru dapat membawa angin segar bagi penegakan hukum yang bersih, transparan, serta bebas dari upaya menutup-nutupi fakta hukum yang didambakan masyarakat.

  • Desakan Buka Dokumen: Jemmy mendesak agar Kapolri baru mampu membersihkan jajarannya dari mentalitas “menyembunyikan barang bukti” yang krusial bagi pengujian keabsahan dokumen ijazah mantan Presiden Joko Widodo.
  • Hentikan Rasa Takut: Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi jajaran kepolisian di bawah untuk merasa takut membuka dokumen-dokumen penting demi terbukanya tabir kebenaran.

“Jemmy Mokolensang melihat momentum dengan Kapolri baru sekarang, semoga ada angin segar sehingga bawahannya tidak ada lagi rasa takut membuka dokumen-dokumen penting untuk kebenaran atas ijazah Jokowi,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top