Timur Tengah Membara, Potensi PD III Ditentukan “Kewarasan” Pemegang Tombol Nuklir

whatsapp image 2026 03 06 at 10.37.16 (3)

JAKARTA – Eskalasi serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran telah memicu kekhawatiran global akan meletusnya Perang Dunia ke-3 (PD III). Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai bahwa dunia kini berada di ambang konflik besar, namun kepastiannya sangat bergantung pada stabilitas psikologis para pemimpin dunia.

Faktor Penentu: Tombol Nuklir

Dalam wawancara di kanal  YouTube Abraham Samad SPEAK UP  diunggah Kamis 5/3/2026 kemarin, Faisal menyatakan bahwa wacana PD III bukan lagi sekadar isapan jempol, melainkan ancaman nyata yang tergantung pada keputusan para pemimpin negara berkekuatan nuklir.

“Apakah Perang Dunia ke-3 akan terjadi? Itu tergantung seberapa ‘waras’ pemimpin dunia yang memegang tombol nuklir. Apakah Trump masih waras? Apakah Putin atau Xi Jinping masih waras? Karena merekalah yang memegang kendali atas senjata pemusnah peradaban tersebut,” ujar Faisal.

Ia menekankan bahwa keterlibatan kekuatan besar seperti Rusia dan Cina dalam membantu Iran—baik secara teknologi radar maupun pertahanan udara—menambah ketegangan geopolitik yang dapat menyeret negara-negara di luar Timur Tengah ke dalam pusaran perang.

Bola Panas di Tangan Iran

Faisal berpendapat bahwa saat ini posisi Iran justru memegang kendali atas durasi konflik. Keberanian Iran menyerang pangkalan militer AS di berbagai negara Arab secara serentak telah mengubah peta kekuatan di kawasan tersebut.

“Sekarang bola ada di tangan Iran. Donald Trump sempat mencoba meminta gencatan senjata melalui Perdana Menteri Italia, namun ditolak oleh Iran. Iran merasa memiliki legitimasi penuh untuk membalas kematian pemimpin tertingginya,” jelasnya.

Menurut Faisal, jika AS dan Israel terus memaksakan invasi darat, maka perang ini dipastikan akan berlangsung lama dan melibatkan banyak aktor internasional, yang menjadi pintu masuk menuju konflik global.

Kegagalan Diplomasi Barat

Faisal juga menyoroti bagaimana “Dewan Perdamaian” bentukan Trump justru menjadi pemantik ketidakstabilan. Bukannya meredam konflik, kehadiran militer AS yang agresif justru memicu perlawanan kolektif dari faksi-faksi di Timur Tengah yang didukung oleh Iran, seperti milisi di Irak dan Lebanon.

“Kita melihat sekarang pangkalan Amerika di Jordan, Irak, hingga Saudi menelan ‘pil pahit’ karena diserang secara simultan. Jika Amerika tidak bisa mengendalikan sekutunya (Israel), maka eskalasi ini akan sulit dibendung,” tambahnya.

Prediksi Durasi Perang

Faisal mencatat adanya revisi prediksi dari pihak AS dan Israel. Awalnya, serangan diprediksi selesai dalam hitungan hari, namun kini Donald Trump dan Benjamin Netanyahu mulai mengakui bahwa perang melawan Iran bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih.

“Israel melawan milisi di Gaza saja tidak selesai dalam dua tahun, apalagi melawan negara berdaulat seperti Iran. Jika ini terus berlanjut tanpa solusi diplomatik yang adil, kita benar-benar sedang melihat awal dari Perang Dunia ke-3,” pungkas Faisal.

1 komentar untuk “Timur Tengah Membara, Potensi PD III Ditentukan “Kewarasan” Pemegang Tombol Nuklir”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top