Professor Singapura : Pidato Jokowi di Forum Ekonomi Bloomberg, Ibarat Sekedar Menghibur Diri

whatsapp image 2025 12 01 at 09.57.50 (2)

Jakarta –   Guru  Besar  Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Dr. Sulfikar Amir menilai  kehadiran Presiden Joko Widodo dalam  forum ekonomi Bloomberg Singapura  tidak ubahnyasekedar upaya menghibur diri. Bahkan, ia menilai pidato Jokowi di forum internasional tersebut lebih menonjolkan citra politik ketimbang strategi ekonomi yang konkret.

Demikian disampaikan saat  tampil dalam podcast di kanal YouTube Abraham Samad Speak UP  yang diunggah,  Minggu , 30  November 2025 kemarin.

Profi Sulfikar  dalam podcast tersebut  yang dipandu langsung sebagai host mantan Ketua KPK Periode 2011-2015, Dr. Abraham Samad, S.H.,M.H., menjelaskan Bloomberg New Economy Forum  sesungguhnya adalah forum yang relatif baru yang ingin  mencoba meniru forum sejenis seperti World Economic Forum di Davos.

 ‘’Dan Jokowi  cukup cerdik memanfaatkan momen tersebut,’’ jelasnya.

whatsapp image 2025 12 01 at 09.57.50 (1)

Menurutnya,  ada  dua kepentingan utama  yang menjadi misi Jokowi hadir di forum tersebut. Pertama adalah kepentingan politik internasional, terutama  merespon merespon tuduhan OCCRP yang  menempatkan dirinya  sebagai sosok pemimpin negara paling korup di tahun 2024. Kedua, kepentingan politik domestik, terutama tentu berkaitan dengan kisruh tuduhan ijazah palsu yang hingga kini masih terus menjadi polemik di publik. Bahkan sudah masuk dalam ranah hukum.

 “Dengan muncul di Bloomberg New Economy Forum, dia ingin mengatakan bahwa ya dia masih dihargai oleh institusi dunia internasional,” jelas Prof. Sulfikar.

Sebelumnya di dalam negeri, sikap Jokowi yang lebih mementingkan  memenuhi undangan Bloomberg New Economy Forum di Singapura mengundang publik bereaksi keras.   Bahkan selama ini, Jokowi  ogah  menghadiri serangkaian sidang gugatan Citizen Lawsuit (CLS) yang membahas keabsahan ijazahnya, di Solo karena alasan sakit hanya akal-akalan saja.

Pidato Jokowi Dinilai Normatif

Prof. Sulfikar menilai  selama  kurang lebih 13 menit Jokowi pidato,  narasi yang disampaikan lenbih banyak  normatif  sekaligus klaim seolah berhasil selama 10 tahun memimpin Indonesia. Jokowi begitu bangga menjelaskan berbagai klaim keberhasilannya termasuk infrastruktur.  Namun Jokowi tidak menyinggung persoalan mendasar  seperti tata kelola, transparansi, serta dampak lingkungan.

Bandara IMIP: Infrastruktur untuk Industri?

Persoalan lain yang sempat mencuat dalam podcast tersebut adalah soal  bandara di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah yang sempat disorot Menteri Pertahanan Syafri Syamsuddin  dan viral dengan pernyataannya tidak boleh ada negara dana negara.  Prof. Sulfikar menilai keberadaan bandara IMIP ini lebih berorientasi pada kepentingan korporasi besar dan investor asing, bukan kebutuhan masyarakat lokal.

Prof Sulfikar mengingatkan dampak sosial dari proyek tersebut. Bahwa pembangunan bandara IMIP berisiko memperdalam ketimpangan sosial dan memperburuk kerusakan lingkungan. “Ini simbol ketergantungan Indonesia pada industri ekstraktif,” ujar Prof. Sulfikar.

1 komentar untuk “Professor Singapura : Pidato Jokowi di Forum Ekonomi Bloomberg, Ibarat Sekedar Menghibur Diri”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top