TEHERAN / ISLAMABAD – Menjelang pertemuan krusial di Islamabad yang dijadwalkan Jumat besok, pemerintah Iran secara resmi merilis daftar “10 Poin Proposal Perdamaian” yang menjadi syarat tawar-menawar dengan Amerika Serikat. Dokumen ini disebut Teheran sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menghindari perang total yang dapat melumpuhkan ekonomi dunia.
Berikut adalah rincian 10 syarat yang diajukan Iran:
1. Penghentian Embargo Ekonomi Total
Amerika Serikat harus mencabut seluruh sanksi ekonomi terhadap Iran, terutama pada sektor perbankan dan ekspor minyak, guna memulihkan hak ekonomi rakyat Iran yang selama ini terisolasi.
2. Penarikan Militer AS dari Jalur Strategis
Iran menuntut pengurangan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dan perairan sekitarnya, serta menyerahkan kendali keamanan maritim sepenuhnya kepada negara-negara di kawasan.
3. Pengakuan Hak Kedaulatan Atas Teknologi Nuklir
AS dan PBB harus mengakui hak Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir bertujuan damai (energi dan medis) tanpa intervensi intelijen asing maupun sabotase fisik.
4. Gencatan Senjata Inklusif (Termasuk Lebanon & Gaza)
Gencatan senjata tidak boleh hanya berlaku antara Iran-AS, tetapi harus mencakup penghentian total agresi militer Israel di Lebanon dan Jalur Gaza tanpa pengecualian.
5. Jaminan Keamanan Jalur Energi (Selat Hormuz)
Iran akan membuka kembali Selat Hormuz secara permanen jika hak kedaulatan laut mereka dihormati dan tidak ada provokasi armada laut Barat di perbatasan mereka.
6. Pertanggungjawaban Atas Kematian Warga Sipil
Pembentukan komisi internasional untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengeboman fasilitas sipil, sekolah, dan rumah sakit di Lebanon dan wilayah proxy lainnya.
7. Penghentian Bantuan Militer Ofensif ke Israel
Iran menuntut Amerika Serikat untuk menghentikan pasokan senjata ofensif jarak jauh ke Israel yang digunakan untuk melancarkan serangan preventif ke negara-negara tetangga.
8. Repatriasi dan Ganti Rugi Dampak Perang
Penyusunan skema ganti rugi internasional bagi negara-negara yang infrastrukturnya hancur akibat “perang proksi” dan dukungan terhadap proses repatriasi pengungsi.
9. Perlindungan Pasukan Perdamaian Internasional
Jaminan keamanan mutlak bagi personel UNIFIL dan pasukan perdamaian lainnya (termasuk prajurit TNI) dari segala jenis serangan militer, dengan sanksi berat bagi pelanggar.
10. Pakta Non-Agresi Kawasan
Iran mengusulkan penandatanganan pakta non-agresi bersama antar negara-negara di Timur Tengah untuk memastikan tidak ada pangkalan militer asing yang digunakan untuk menyerang satu sama lain.
Analisis Geopolitik: Ambang Kebuntuan
Meskipun poin-poin ini dianggap Iran sebagai langkah “adil”, Washington sejauh ini menunjukkan gelagat penolakan, terutama pada poin 4 dan 7 yang menyentuh kepentingan strategis Israel.
Pengamat intelijen Ridlwan Habib menilai bahwa tanpa kesepakatan pada ke-10 poin ini, perdamaian yang dihasilkan hanya akan menjadi “perdamaian semu”.
“Iran memegang kartu kuat dengan Selat Hormuz. 10 syarat ini adalah ujian bagi kejujuran diplomasi Amerika. Jika mereka menolak sebagian besar poin ini, maka pertemuan di Islamabad besok kemungkinan besar hanya akan menjadi panggung sandiwara sebelum eskalasi yang lebih besar,” tegas Ridlwan.
Dunia kini menanti apakah Jumat besok akan menjadi sejarah baru bagi perdamaian dunia, atau justru pintu masuk menuju krisis yang lebih kelam.



