Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

whatsapp image 2026 03 03 at 10.11.24 (2)

Djohermansyah Djohan
Guru Besar IPDN, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri 2010-2014, Pj. Gubernur Riau 2013-2014

Kesepakatan pemerintah dan DPR untuk menata status guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah menjadi aparatur sipil negara (ASN) pemerintah pusat patut dicermati secara serius. Jangan sampai kebijakan yang semula dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan pembayaran gaji justru mengubah arah desentralisasi yang dibangun sejak Reformasi.

Masalahnya bukan sekadar siapa yang membayar gaji guru: APBD atau APBN. Di balik perpindahan sumber pembiayaan itu terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni siapa yang berwenang mengelola, membina, mengembangkan karier, memindahkan, mengawasi, dan bertanggung jawab atas guru tersebut.

Kalau hanya memindahkan uang dari APBD ke APBN, itu seperti memindahkan uang dari kantong kanan ke kantong kiri. Tetapi jika yang dipindahkan adalah status kepegawaiannya, kita sedang menyentuh desain pemerintahan daerah.

Jangan salah alamat

Akar persoalannya sebenarnya cukup jelas: banyak pemerintah daerah mengalami tekanan fiskal setelah transfer ke daerah (TKD) dipangkas. Belanja pegawai pun tertekan, termasuk untuk membayar guru PPPK.

Jika demikian persoalannya, mengapa pegawainya yang ditarik ke pusat?

Solusi yang lebih sederhana adalah memperkuat kembali TKD, yaitu lewat DAU by earmarked (ditandai penggunaannya hanya untuk gaji PPPK) atau blkckgrant rasa spesific grant. Negara tetap dapat menjamin gaji guru melalui APBN yang ditransfer ke daerah, tetapi tidak harus mengubah status dan konstruksi kelembagaan pemerintahan daerah.

Sebab, desentralisasi bukan hanya soal membagi kewenangan. Ia juga harus diikuti pembagian sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan keuangan. Urusan diberikan kepada daerah, tetapi pembiayaannya jangan dipersempit sedemikian rupa sehingga daerah tidak mampu menjalankannya.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah membagi urusan pendidikan antara pusat dan daerah. Pendidikan tinggi menjadi kewenangan pusat, pendidikan menengah menjadi kewenangan provinsi, sedangkan pendidikan dasar menjadi kewenangan kabupaten/kota.

Pembagian itu bukan sekadar garis di atas kertas. Di dalamnya terdapat konsekuensi mengenai siapa yang menyelenggarakan urusan, siapa yang membina aparaturnya, dan siapa yang bertanggung jawab atas pelayanan kepada masyarakat.

Jika guru SD dan SMP yang bekerja di daerah menjadi ASN pusat, sementara mereka tetap mengajar di sekolah yang menjadi bagian dari kewenangan kabupaten/kota, konstruksinya menjadi tidak sederhana.

Siapa yang mengangkat dan memberhentikan? Siapa yang memberi sanksi? Siapa yang menentukan mutasi dan promosi? Siapa yang membangun kariernya? Dan kepada siapa guru itu bertanggung jawab?

Jangan sampai kepala daerah bertanggung jawab atas kualitas pendidikan di wilayahnya, tetapi pegawai yang menjalankan pelayanan tersebut secara kepegawaian bukan berada dalam kendalinya. Akibatnya bisa runyam. Timbul dualisme.

Jangan menciptakan birokrasi baru

Persoalan berikutnya adalah skala. Guru bukan hanya berjumlah ribuan, tetapi jutaan dan tersebar di 500 an daerah otonom.

Tidak mungkin semuanya dikelola secara langsung dari Jakarta. Jika pemerintah pusat kemudian membangun kantor wilayah atau unit vertikal sampai ke daerah untuk mengelola guru, bukankah kita justru menciptakan kembali struktur birokrasi pusat di daerah?

Kita pernah mengenal Kanwil Dikbud di provinsi dan Kandep Dikbud di kabupaten/kota. Struktur seperti itu merupakan ciri kuat pemerintahan yang sentralistis.

Setelah Reformasi 1998, sebagian besar urusan pemerintahan justru didesentralisasikan agar pelayanan publik lebih dekat dengan masyarakat. Daerah diberi kewenangan karena pemerintah daerah dinilai lebih mengetahui kebutuhan masyarakat setempat.

Karena itu, jangan sampai persoalan fiskal yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui kebijakan transfer justru melahirkan resentralisasi administrasi.

Kalau guru ditarik ke pusat karena alasan fiskal, bagaimana dengan tenaga kesehatan PPPK? Bagaimana pula dengan pegawai PPPK lainnya? Jika semua persoalan fiskal daerah diselesaikan dengan menarik pegawai ke pusat, ke mana arah otonomi daerah?

Kita berpotensi mengalami resentralisasi dua lapis: fiskal sudah menguat ke pusat, administrasi pemerintahan pun menyusul.

Kembalikan keseimbangan fiskal

Persoalan guru PPPK sesungguhnya merupakan cermin dari problem yang lebih besar dalam hubungan keuangan pusat dan daerah.

Sebagian besar daerah masih sangat bergantung pada TKD. Hanya sekitar 10 persen dari 546 daerah yang relatif kuat secara fiskal. Selebihnya masih membutuhkan dukungan pusat untuk membiayai pelayanan dasar.

Dalam situasi seperti itu, pemangkasan TKD akan segera terasa di daerah. Ketika pendapatan asli daerah (PAD) tidak cukup kuat, daerah akan dipaksa memilih: membayar gaji pegawai atau membiayai pelayanan publik lainnya.

Padahal, konstitusi mengamanatkan hubungan keuangan pusat dan daerah yang adil dan selaras. Desentralisasi tidak boleh berhenti pada penyerahan urusan, sementara kemampuan keuangannya terus dipersempit.

Karena itu, pemerintah perlu melihat kembali besaran TKD. Jika pagunya pada 2027 sekitar Rp735 triliun, misalnya, perlu dipertimbangkan penambahan sekitar Rp165 triliun agar mendekati Rp900 triliun. Angka tersebut setidaknya dapat menjadi titik awal untuk mengembalikan kapasitas fiskal daerah.

Sumber dananya dapat dicari melalui evaluasi terhadap berbagai program pusat yang menyerap anggaran besar. Jangan sampai program-program yang bersifat nasional dan menjadi prioritas pusat mengurangi kemampuan daerah menjalankan pelayanan dasar yang menjadi tanggung jawabnya.

Jangan selesaikan masalah dengan masalah

Saya tidak menolak negara menjamin pembayaran gaji guru PPPK. Negara memang wajib memastikan guru memperoleh haknya dan pendidikan tidak terganggu oleh persoalan fiskal daerah.

Namun, cara menyelesaikannya harus konsisten dengan desain pemerintahan negara kesatuan yang telah memilih desentralisasi.

Kalau negara ingin memastikan gaji guru dibayar dari APBN, silakan. Tetapi memperkuat TKD, masukkan dalam DAU yang ditandai penggunaannya hanya untuk gaji PPPK, ini jauh lebih sederhana dibandingkan menarik jutaan pegawai ke pusat, mengubah sistem pembinaan, mengatur ulang jenjang karier, membangun struktur birokrasi baru, dan merevisi berbagai regulasi.

Lebih dari itu, perubahan status kepegawaian tidak boleh hanya didasarkan pada kesepakatan politik pemerintah dan DPR. Jika kebijakan tersebut mengubah pembagian kewenangan antara pusat dan daerah, maka kerangka hukumnya harus disesuaikan terlebih dahulu.

Jangan sampai kita menyelesaikan masalah fiskal jangka pendek dengan menciptakan masalah kelembagaan jangka panjang.

Desentralisasi dibuat bukan agar Jakarta mengurus semuanya. Desentralisasi dibuat agar urusan yang dapat ditangani daerah dikelola lebih dekat dengan rakyat. Pemerintah pusat semestinya berperan mengatur standar, melakukan pembinaan, menjamin pemerataan, dan membantu daerah yang kemampuan fiskalnya lemah.

Karena itu, kebijakan guru PPPK harus ditempatkan dalam perspektif yang lebih besar: ke mana sebenarnya arah otonomi daerah kita?

Jika urusan yang telah didesentralisasikan satu per satu ditarik kembali ke pusat, sementara fiskal daerah juga dipersempit, kita harus berani menyebutnya sebagai gejala resentralisasi.

Jangan sampai solusi jangka pendek untuk membayar gaji guru PPPK menjadi langkah panjang mundur dari otonomi daerah.

Otonomi daerah jangan dikorbankan hanya karena persoalan uang yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui kebijakan fiskal.

269 komentar untuk “Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur”

  1. Whats Going down i am new to this, I stumbled upon this I’ve found It positively helpful and it has helped me out loads. I am hoping to give a contribution & help different customers like its helped me. Great job.

  2. Seseorang pada dasarnya membantu untuk membuat sangat artikel saya mungkin katakan. Itu adalah pertama kalinya saya mengunjungi halaman web Anda dan hingga sekarang? Saya terkejut dengan riset yang Anda lakukan untuk menyusun unggahan istimewa ini. Proses yang fantastis!

  3. Situs ini benar-benar merupakan penjelasan menyeluruh untuk semua informasi yang Anda inginkan tentang hal ini dan tidak tahu kepada siapa harus bertanya. Lihat sekilas di sini, dan Anda pasti akan menemukannya.

  4. Ketika saya awalnya berkomentar saya mencentang kotak -Beri tahu saya ketika umpan balik baru ditambahkan- dan sekarang tiap kali sebuah tanggapan ditambahkan saya menerima empat email dengan komentar yang sama. Apakah ada pendekatan Anda mungkin bisa mengeluarkan saya dari layanan itu? Terima kasih!

  5. Bersama dengan hampir semuanya yang terlihat sedang berkembang dalam topik spesifik ini, pandangan Anda cenderung agak menstimulasi. Di sisi lain, saya minta maaf, tetapi saya tidak setuju sepenuhnya pada seluruh strategi Anda, meskipun menggairahkan. Sepertinya bagi kami bahwa pendapat Anda tidak sepenuhnya dapat dibenarkan dan pada kenyataannya Anda sendiri tidak sepenuhnya percaya diri terhadap pernyataan tersebut. Dalam hal apa pun saya menghargai membaca.

  6. My developer is trying to persuade me to move to .net from PHP. I have always disliked the idea because of the expenses. But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on various websites for about a year and am nervous about switching to another platform. I have heard great things about blogengine.net. Is there a way I can import all my wordpress content into it? Any help would be greatly appreciated!

  7. Situs web ini benar-benar merupakan penjelasan menyeluruh untuk semua informasi yang Anda inginkan tentang hal ini dan tidak tahu kepada siapa harus bertanya. Lihat sekilas di sini, dan Anda pasti akan menemukannya.

  8. Saya setuju dengan semua ide yang Anda sajikan dalam posting Anda. Mereka benar-benar meyakinkan dan pasti akan berhasil. Namun, postingnya sangat singkat untuk pemula. Bisakah Anda memperpanjangnya sedikit lagi mulai waktu berikutnya? Terima kasih atas postingnya.

  9. of course like your web site however you need to test the spelling on quite a few of your posts. Many of them are rife with spelling issues and I in finding it very bothersome to tell the reality however I will certainly come again again.

  10. Greetings from Florida! I’m bored to death at work so I decided to browse your site on my iphone during lunch break. I love the info you provide here and can’t wait to take a look when I get home. I’m amazed at how fast your blog loaded on my phone .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, superb blog!

  11. It is appropriate time to make some plans for the long run and it is time to be happy. I have learn this submit and if I may just I wish to suggest you some fascinating things or tips. Maybe you can write subsequent articles relating to this article. I wish to read more issues about it!

  12. I’ve been browsing online more than 3 hours lately, yet I never found any fascinating article like yours. It is beautiful value enough for me. In my opinion, if all website owners and bloggers made excellent content material as you did, the web will likely be a lot more helpful than ever before. “Now I see the secret of the making of the best persons.” by Walt Whitman.

  13. I was curious if you ever thought of changing the structure of your blog? Its very well written; I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better. Youve got an awful lot of text for only having 1 or 2 pictures. Maybe you could space it out better?

  14. It’s really a cool and useful piece of information. I am glad that you simply shared this useful information with us. Please keep us informed like this. Thank you for sharing.

  15. I liked up to you’ll receive carried out proper here. The cartoon is attractive, your authored subject matter stylish. however, you command get bought an impatience over that you want be handing over the following. unwell certainly come more previously once more as precisely the same just about a lot incessantly within case you shield this hike.

  16. Good day! This is my first visit to your blog! We are a collection of volunteers and starting a new project in a community in the same niche. Your blog provided us useful information to work on. You have done a wonderful job!

  17. Heya i am for the first time here. I came across this board and I in finding It truly helpful & it helped me out a lot. I am hoping to present something back and help others like you aided me.

  18. I was very pleased to find this web-site.I wanted to thanks for your time for this wonderful read!! I definitely enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you blog post.

  19. Howdy very nice website!! Guy .. Excellent .. Wonderful .. I will bookmark your web site and take the feeds alsoKI am satisfied to search out a lot of helpful info right here within the put up, we need work out more techniques in this regard, thank you for sharing. . . . . .

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top