Kepala Daerah Jangan Jadi Penonton Demonstrasi

whatsapp image 2026 03 03 at 10.11.24 (2)

Djohermansyah Djohan

Demonstrasi adalah denyut demokrasi. Ia menjadi jalan bagi rakyat untuk menyampaikan kegelisahan ketika saluran-saluran formal terasa buntu. Karena itu, ketika demonstrasi damai berubah menjadi kerusuhan dan bahkan menelan korban jiwa, persoalannya tidak cukup dijawab dengan menangkap dan menghukum pelaku.

Ada persoalan yang jauh lebih mendasar: mengapa sistem keamanan kita belum mampu mencegah aksi massa berubah menjadi kekerasan, sekaligus melindungi warga yang tidak terlibat?

Pertanyaan ini penting dikemukakan karena dalam beberapa peristiwa terakhir, korban justru datang dari rakyat biasa.

Pada Agustus 2025, Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring, meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di tengah situasi demonstrasi di Jakarta. Affan bukan demonstran. Ia sedang bekerja mengantarkan pesanan ketika terjebak dalam kericuhan.

Kini, pada Agustus 2026, kembali muncul kabar tragis tentang Bambang Setiyawan, seorang penjahit yang kehilangan nyawa setelah aksi damai masyarakat Pati Bersatu. Ia diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan kelompok masyarakat sipil setelah demonstrasi.

Dua peristiwa itu memang berbeda konteks dan harus diproses berdasarkan fakta hukum masing-masing. Namun, keduanya memberikan pesan yang sama: ketika demonstrasi gagal dikelola secara damai, warga biasa dapat menjadi korban.

Ironisnya, hak menyampaikan pendapat di muka umum justru merupakan hak konstitusional yang telah diperkuat melalui UU Nomor 9 Tahun 1998. Undang-undang itu menegaskan bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, tetapi pelaksanaannya harus berlangsung secara bertanggung jawab, tertib, aman, dan damai.

Artinya, negara mempunyai dua kewajiban sekaligus: melindungi hak demonstran untuk menyampaikan pendapat dan melindungi masyarakat dari kekerasan yang mungkin timbul di sekitar demonstrasi.

Di sinilah sistem keamanan daerah perlu dibenahi.

Selama ini, ketika terjadi demonstrasi, kesannya penanganan keamanan hampir sepenuhnya menjadi urusan aparat keamanan. Polisi mengatur pengamanan. TNI dapat diperbantukan sesuai ketentuan. Sementara kepala daerah kerap berada di luar lingkaran keputusan operasional.

Cara berpikir semacam ini perlu dikoreksi.

Daerah bukan sekadar lokasi tempat demonstrasi berlangsung. Daerah adalah ruang kehidupan rakyat yang menjadi tanggung jawab kepala daerah.

Gubernur, bupati, dan wali kota tidak boleh hanya menjadi penonton ketika keamanan daerahnya terganggu.

Dalam sistem pemerintahan kita, kepala daerah adalah Ketua Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). PP Nomor 12 Tahun 2022 menempatkan kepala daerah sebagai ketua, dengan unsur pimpinan DPRD, kepolisian, kejaksaan, dan TNI sebagai anggota. Hubungan kerja Forkopimda memang bersifat koordinatif dan fungsional. Bahkan, dalam pelaksanaan tugasnya, pengambilan keputusan di wilayah masing-masing dipimpin oleh kepala daerah selaku Ketua Forkopimda.

Dengan konstruksi hukum seperti itu, mengapa Forkopimda tidak dijadikan instrumen utama untuk mencegah demonstrasi damai berubah menjadi kekerasan?

Yang diperlukan bukan kepala daerah mengambil alih komando polisi atau TNI. Itu keliru. Masing-masing aparat tetap bekerja berdasarkan kewenangan dan rantai komandonya.

Yang diperlukan adalah keputusan keamanan daerah yang terkoordinasi sejak sebelum demonstrasi berlangsung.

Sebelum suatu aksi besar digelar, kepala daerah selaku Ketua Forkopimda semestinya memimpin rapat yang secara khusus membahas pola pengamanan. Bukan hanya berapa personel yang diturunkan, berapa kendaraan taktis disiapkan, atau di mana barikade didirikan. Lebih penting dari itu: bagaimana memastikan demonstrasi tetap berlangsung damai?

Di sinilah perspektif nonviolence harus menjadi bagian dari doktrin pengamanan.

Jangan setiap kerumunan warga dibaca pertama-tama sebagai ancaman keamanan. Demonstran bukan musuh negara. Mereka adalah warga negara yang sedang menggunakan haknya.

Pendekatan keamanan yang terlalu berorientasi pada security semata dapat melahirkan lingkaran kekerasan: aparat melihat massa sebagai ancaman, massa melihat aparat sebagai lawan, ketegangan meningkat, lalu satu tindakan provokatif cukup untuk menyalakan kerusuhan.

Padahal, kepala daerah mempunyai banyak instrumen untuk memutus mata rantai tersebut.

Satpol PP, camat, lurah, dinas perhubungan, pemadam kebakaran, layanan kesehatan daerah, hingga sistem CCTV kota dapat dikerahkan untuk mendukung pengamanan sipil. Mereka bukan untuk membubarkan demonstrasi, melainkan memastikan jalur evakuasi terbuka, lalu lintas terkendali, kelompok rentan terlindungi, fasilitas publik aman, dan warga yang tidak terlibat dapat keluar dari lokasi.

Keamanan demonstrasi tidak boleh hanya berarti mengamankan gedung pemerintah. Keamanan harus berarti mengamankan manusia.

Karena itu, pendekatan kepala daerah juga harus bersifat preventif.

Sebelum aksi berlangsung, pemerintah daerah dapat membuka komunikasi dengan koordinator demonstrasi. Rute disepakati. Titik penyampaian aspirasi ditentukan. Jalur masyarakat umum tetap dibuka. Petugas penghubung ditempatkan di lapangan. Tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat dilibatkan sebagai jembatan komunikasi.

Jika muncul kelompok yang hendak melakukan kekerasan, tindakan hukum harus segera dilakukan berdasarkan kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Termasuk terhadap organisasi kemasyarakatan yang mencoba menghalangi hak warga untuk menyampaikan pendapat. Negara tidak boleh membiarkan demonstran damai berhadapan dengan kelompok sipil lain yang bertindak sebagai “aparat keamanan swasta”. Penegakan hukum harus tegas, siapa pun pelakunya.

Menariknya, pemerintah pusat sebenarnya telah meminta kepala daerah memperkuat peran Forkopimda dalam mengantisipasi dampak aksi unjuk rasa. Pada 2025, Kemendagri bahkan mengarahkan kepala daerah selaku Ketua Forkopimda untuk meningkatkan deteksi dini, pencegahan dini, komunikasi sosial, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Maka, persoalannya sekarang bukan lagi kekurangan forum atau regulasi. Persoalannya adalah kemauan dan keberanian menjalankan peran kepala daerah secara nyata.

Mendagri perlu mempertegasnya melalui surat edaran baru kepada gubernur, bupati, dan wali kota.

Isinya sederhana: setiap aksi demonstrasi berskala besar yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan wajib dibahas terlebih dahulu dalam Forkopimda. Kepala daerah memimpin koordinasi penentuan pola pengamanan bersama aparat, dengan prinsip utama perlindungan warga, penghormatan hak menyampaikan pendapat, pencegahan kekerasan, dan penggunaan kekuatan secara proporsional sesuai hukum.

Dengan demikian, kepala daerah tidak cukup hadir setelah tragedi terjadi.

Jangan sampai tugas kepala daerah hanya datang bertakziah ke rumah korban, menyampaikan belasungkawa, lalu menjanjikan beasiswa kepada anak-anak yang ditinggalkan.

Itu baik sebagai bentuk empati. Tetapi negara membutuhkan lebih dari sekadar empati setelah korban berjatuhan.

Kepala daerah harus hadir sebelum darah tertumpah.

Sebab keamanan daerah bukan sekadar urusan polisi dan TNI. Keamanan adalah bagian dari tanggung jawab pemerintahan daerah untuk memastikan rakyat dapat hidup, bekerja, menyampaikan pendapat, dan pulang ke rumah dengan selamat.

Demokrasi tidak boleh menghasilkan korban rakyat yang tidak berdosa.

Dan unjuk rasa tidak boleh selalu berakhir dengan satu pertanyaan yang sama: siapa yang harus dihukum setelah nyawa melayang?

Pertanyaan yang lebih penting adalah: mengapa negara tidak mencegahnya sejak awal?

Di situlah reformasi manajemen keamanan daerah harus dimulai.

139 komentar untuk “Kepala Daerah Jangan Jadi Penonton Demonstrasi”

  1. Halo semua, saya menemukan website Anda melalui Google ketika mencari topik yang serupa, blog Anda tampil di hasil teratas. Saya harus mengatakan bahwa saya kagum seberapa baik pengaturannya. Saya benar-benar menyukai menelusuri ini dan saya akan kembali untuk membaca konten lainnya. Terima kasih!

  2. Spot on with this write-up, I actually suppose this website needs rather more consideration. I’ll in all probability be once more to read far more, thanks for that info.

  3. Youre so cool! I dont suppose Ive read something like this before. So nice to seek out anyone with some original thoughts on this subject. realy thank you for beginning this up. this web site is something that’s needed on the net, someone with a bit of originality. useful job for bringing something new to the web!

  4. Terima kasih, saya baru-baru ini menelusuri informasi tentang subjek ini sudah lama dan milik Anda adalah yang paling hebat yang saya ketahui sejauh ini. Namun, bagaimana dengan inti permasalahan? Apakah Anda pasti tentang sumber tersebut?

  5. Wow! Ini mungkin salah satu blog paling bermanfaat yang pernah kami temui tentang topik ini. Pada dasarnya Luar biasa. Saya juga seorang ahli dalam topik ini oleh karena itu saya dapat memahami usaha Anda.

  6. Daniel radcliff sexArmy may asian american monthParty bikini from coach carter movieAmateur radio computor logsBlack hot
    sex videoTeen millerChinese teen tgpBang sex pics xnxx The legalization of
    same sex marriagesAdult escort bbw seattle washingtonHe
    eating my pussyFacial infection from spotKate beckinsale underworld nakedSexy
    women getting fuckFacial paralysis dogMovie clip man fondling breastsSacha baron cohen’s penis https://xnxxindo.cc/ Penelope cruz naked photos4 bikini jpg normalMc
    pee pants marioFree asian mature sex picturesGay muscle profilesDaily japanese bikiniRed head porn star
    cuntNaughtyfiles pornPenis in kelly’s xnxx Why does my
    vagina taste badShox sneaker sexVintage halsa shampooAss in snowJapanese panties milfXhamster mature mom needBrutal porn moviesNaked
    gay men’s buttsSex is better without pubic hairVintage rallies
    devon and cornwallAmerica’s best contacts and glasses sucksLex boobLaurie ann vintage canton txJet set gay bar san franciscoFree junior modeling teen toplistsItalian porn wifeHot porn xxx incest

  7. Anda bisa jelas melihat keahlian Anda dalam pekerjaan yang Anda tulis. Sektor berharap ada lebih banyak penulis penuh semangat seperti Anda yang tidak takut mengatakan apa yang mereka yakini. Selalu ikuti hati Anda.

  8. Wow! Ini bisa jadi salah satu blog paling bermanfaat yang pernah kami temui tentang topik ini. Pada dasarnya Luar biasa. Saya juga seorang ahli dalam topik ini jadi saya dapat memahami usaha Anda.

  9. Anda bisa pasti melihat antusiasme Anda dalam karya yang Anda tulis. Dunia berharap ada lebih banyak penulis penuh semangat seperti Anda yang tidak takut menyatakan apa yang mereka yakini. Selalu ikuti hati Anda.

  10. Sangat menarik info !Sempurna persis seperti yang saya telusuri! “Orang-orang di mana pun sering menyamakan apa yang mereka baca di surat kabar dengan berita.” oleh A. J. Liebling.

  11. Menghargai usaha yang Anda curahkan ke situs Anda dan informasi mendalam yang Anda tawarkan. Sangat hebat menemukan blog sesekali yang tidak berisi materi lama yang diulang-ulang. Artikel yang fantastis! Saya sudah menyimpan situs Anda dan menambahkan feed RSS Anda ke akun Google saya.

  12. Saya menghargainya, karena saya menemukan persis apa yang saya cari. Anda telah mengakhiri pencarian saya selama 4 hari! Tuhan memberkati Anda. Semoga harimu menyenangkan. Bye

  13. I do enjoy the way you have presented this particular problem and it really does provide us some fodder for consideration. However, coming from what I have experienced, I simply wish when the comments pile on that people remain on point and don’t start on a soap box involving the news du jour. All the same, thank you for this fantastic point and although I can not really concur with the idea in totality, I value your point of view.

  14. Wow! Ini mungkin salah satu blog paling berguna yang pernah kami temui tentang topik ini. Pada dasarnya Hebat. Saya juga seorang spesialis dalam topik ini oleh karena itu saya dapat memahami kerja keras Anda.

  15. Saya setuju dengan semua ide yang Anda telah sajikan dalam posting Anda. Mereka sangat meyakinkan dan pasti akan berhasil. Namun, postingnya terlalu singkat untuk pendatang baru. Bisakah Anda memperpanjangnya sedikit mulai waktu berikutnya? Terima kasih atas postingnya.

  16. Terima kasih atas tulisan yang baik. Sebenarnya ini sebelumnya adalah sebuah akun hiburan. Terlihat rumit menjadi jauh lebih menyenangkan dari Anda! Namun, bagaimana kita bisa tetap berkomunikasi?

  17. Hey, you used to write excellent, but the last few posts have been kinda boring… I miss your great writings. Past few posts are just a little out of track! come on!

  18. I would like to thnkx for the efforts you have put in writing this blog. I am hoping the same high-grade blog post from you in the upcoming as well. In fact your creative writing abilities has inspired me to get my own blog now. Really the blogging is spreading its wings quickly. Your write up is a good example of it.

  19. Magnificent beat ! I would like to apprentice at the same time as you amend your site, how could i subscribe for a blog site? The account aided me a acceptable deal. I were a little bit familiar of this your broadcast provided bright clear concept

  20. My partner and I stumbled over here coming from a different web address and thought I might as well check things out. I like what I see so now i’m following you. Look forward to looking at your web page for a second time.

  21. I have recently started a site, the information you offer on this web site has helped me greatly. Thanks for all of your time & work. “Her grandmother, as she gets older, is not fading but rather becoming more concentrated.” by Paulette Bates Alden.

  22. Terrific work! That is the type of information that are meant to be shared around the net. Shame on the search engines for now not positioning this put up higher! Come on over and visit my web site . Thank you =)

  23. Just want to say your article is as surprising. The clarity to your publish is simply spectacular and i could assume you are knowledgeable in this subject. Fine along with your permission let me to seize your RSS feed to keep updated with forthcoming post. Thanks a million and please carry on the rewarding work.

  24. Sweet blog! I found it while browsing on Yahoo News. Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News? I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Appreciate it

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top