Memasuki Hari Ketiga, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Masih Nihil: Ini 3 Fakta Lapangan

image (51)

Ketg: Lima jurnalis yang dikabarkan bermaksud meliput di Gunung Anak Krakatau Senin 7 September lalu (dokumen keluarga/kompas.com)

Jakarta — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau terus diperluas. Memasuki hari ketiga penyisiran pada Rabu (9/9/2026), Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat “Arupa Datu 1” maupun seluruh korbannya.

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (LKBN Antara Biro Banten), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis freelance).

3 Fakta Utama Operasi Pencarian Hari Ketiga

Berdasarkan informasi yang diolah dari berbagai sumber dipercaya menjelaskan proses operasi SAR terpadu yang dipusatkan di Dermaga Marina, Carita, Pandeglang, mencatat tiga fakta krusial terkait dinamika pencarian di perairan Selat Sunda:

  1. Sektor Penyisiran Diperluas hingga Perairan Lampung

Tim SAR Gabungan membagi area pencarian menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Radius penyisiran kini tidak lagi terbatas di perairan Banten, melainkan diperluas hingga ke perimeter luar Pulau Sebesi, Pulau Rakata, dan Selat Sunda bagian selatan mendekati perairan pesisir Lampung Selatan. Perluasan ini memperhitungkan pola pergerakan arus bawah laut dan angin.

  1. Penggunaan Teknologi Sonar dan Pemantauan Udara

Selain mengandalkan Kapal Negara (KN) SAR Tetuka 247 dan perahu karet bermotor (RIB), Basarnas mengerahkan armada kapal yang dilengkapi pemindai bawah air (underwater sonar) untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal. Helikopter pemantau udara juga diterjunkan untuk menyisir area perairan terbuka yang sulit dijangkau armada laut kecil.

  1. Cuaca Buruk dan Abu Vulkanik Menjadi Kendala Utama

Tinggi gelombang laut di Selat Sunda yang mencapai 2,5–3 meter, disertai embusan angin kencang dan abu vulkanik tipis dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, menjadi tantangan terberat tim penyelamat. Terbatasnya jarak pandang (visibility) memaksa Tim SAR menyesuaikan skema pencarian secara berkala demi keselamatan personel.

Kronologi Singkat Kejadian

Keberangkatan Armada

Senin, 14:00 WIB

Rombongan 5 jurnalis dan 3 kru kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat Arupa Datu 1.

Kontak Terakhir

Senin, 18:13 WIB

Pemandu lokal mengirimkan dokumentasi foto Gunung Anak Krakatau dari radius aman sebelum sinyal komunikasi terputus total.

Laporan Resmi & Pembentukan Posko

Selasa, 13:05 WIB

Basarnas Banten menerima laporan resmi hilangnya rombongan dan mendirikan Posko SAR Terpadu di Dermaga Marina, Carita.

Pencarian Hari Ketiga Ditutup Sementara

Rabu, 18:00 WIB

Penyisiran permukaan laut hari ketiga dihentikan sementara karena jarak pandang malam hari yang minim, dan dilanjutkan esok pagi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top