BREAKING NEWS: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, Sekolah di Jabodetabek & Banten Diliburkan

whatsapp image 2026 09 07 at 10.12.25

JAKARTA — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Level III (Siaga) pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda setelah mengalami aktivitas erupsi menerus. Semburan abu vulkanik yang meluas hingga ke berbagai kawasan di Banten dan Jabodetabek memicu pemerintah daerah mengambil tindakan cepat dengan mengalihkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) / Daring.

Update Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Proses letusan dan penyebaran abu vulkanik, AI generated

Proses letusan dan penyebaran abu vulkanik. Source: Institut Teknologi Bandung

  • Status Gunung: Level III (Siaga).
  • Zona Bahaya: Radius steril 3 km dari kawah utama. Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang melintas di dalam radius tersebut.
  • Sebaran Abu Vulkanik: Angin membawa paparan abu vulkanik halus menyelimuti wilayah Banten, DKI Jakarta, Bogor, hingga bagian barat Jawa Barat.
  • Himbauan Keamanan: Warga diimbau menggunakan masker standar medis/respirator serta kacamata saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan (ISPA) dan iritasi mata.

Kebijakan Pendidikan: KBM Beralih ke Daring

Guna melindungi kesehatan para siswa dari sebaran abu vulkanik, sejumlah pemerintah daerah di Banten dan Jabodetabek mengeluarkan regulasi khusus terkait aktivitas sekolah:

  1. Provinsi Banten:
    • Pemprov Banten menerbitkan Surat Edaran yang memberlakukan PJJ selama 3 hari bagi jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh).
    • Sekolah dasar dan menengah pertama di area pesisir (seperti di Cinangka, Serang, dan Pandeglang) turut diliburkan dari aktivitas tatap muka.
  2. DKI Jakarta & Jabodetabek:
    • Pemprov DKI Jakarta memberlakukan sistem PJJ sementara bagi seluruh jenjang sekolah hingga situasi sebaran paparan abu membaik.
    • Wilayah penyangga seperti Kota/Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengalihkan KBM ke sistem daring (2–3 hari) sesuai tingkat paparan abu vulkanik daerah masing-masing.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top