Detik Detik Megawati Terpilih Ketua Umum PDI dan KLB Dibubarkan

gemini generated image xoa6hbxoa6hbxoa6

SURABAYA — Suasana tegang menyelimuti arena Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Wisma Haji Surabaya saat itu. Menjelang batas akhir izin keramaian yang dipatok ketat oleh otoritas Pembina Politik Daerah (Panglaksusda/Kodam) pada pukul 24.00 WIB, barisan pendukung Megawati Soekarnoputri melancarkan langkah taktis dan sangat cepat  mendeklarasikan  keterpilihan Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) sesaat sebelum acara kongres dibubarkan secara resmi.

Dikutip dari kanal YouTube Ustadz Demokrasi,   sesaat sebelum pembubaran paksa oleh pihak Kepolisian, sejumlah tokoh dan massa Pro sibuk terus berkoordinasi dengan pihak petugas aparat di lapangan. Noviantika Nasution dan Jatikoesomo — bersama sejumlah tim pro mega diusung ke atas jip terbuka di luar arena  dan  mengumumkan kepada ribuan massa bahwa Megawati Soekarnoputri telah terpilih secara de facto sebagai Ketua Umum PDI.

Deklarasi de facto di luar gedung tersebut menyulut gemuruh sorak-sorai ribuan massa kader yang memadati kawasan Wisma Haji.  Sementara tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 24.00 WIB, Komandan Pengamanan KLB, Kombes Pol. Surojo Bimantoro, juga naik ke atas jip pengamanan dan memegang mikrofon untuk mengumumkan pembubaran resmi kegiatan:

  • Penghentian Resmi Kegiatan KLB

Kepolisian mengumumkan secara terbuka bahwa seluruh rangkaian KLB PDI dinyatakan selesai karena masa izin operasional telah berakhir. Peserta diminta mengosongkan arena secara tertib.

  • Pengarahan Massa dan Penjagaan Kamtibmas

Massa pendukung yang telah mendengar kabar keterpilihan Megawati diimbau untuk segera membubarkan diri tanpa melakukan perusakan atau tindakan anarkis.

  • Evakuasi Jalur Gratis dan Aman

Guna mengantisipasi bentrok susulan dan penumpukan massa di jalanan, kepolisian memfasilitasi puluhan armada bus gratis untuk mengantar para kader dan peserta kembali ke daerah asal masing-masing di Jawa Timur dan sekitarnya.

Meski pembubaran tersebut diberitakan secara drastis oleh media nasional kala itu, taktik deklarasi de facto sebelum detik-detik akhir penutupan berhasil mengunci posisi Megawati di mata arus bawah, sekaligus mengamankan legitimasi politiknya menuju fase perlawanan berikutnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top