Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

oleh Djohermansyah Djohan – Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri 2010-2014, Founder i-Otda

Hubungan kepala daerah dan wakil kepala daerah kembali menjadi sorotan wakil rakyat di Senayan.

Di berbagai daerah, pasangan yang ketika kampanye tampil mesra justru berubah menjadi rival setelah berkuasa. Ada yang saling menyindir di ruang publik, saling melaporkan ke aparat penegak hukum, berebut pengaruh dalam birokrasi, saling menjegal menjelang pilkada berikutnya, bahkan saling menyingkirkan sebelum pilkada digelar. Yang menjadi korban bukan hanya hubungan personal mereka, melainkan jalannya pemerintahan dan pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat.

Fenomena ini bukan kasus yang berdiri sendiri. Ia berulang dari satu periode pemerintahan ke periode berikutnya sejak dua dasawarsa ini. Karena itu, persoalannya tidak lagi dapat dipandang sebagai konflik individu, melainkan sebagai cacat desain kelembagaan pemerintahan daerah.

Sudah saatnya kita mengoreksi satu pertanyaan mendasar: benarkah kepala daerah harus dipilih berpasangan dengan wakil kepala daerah?

Selama ini publik menganggap keberadaan wakil kepala daerah sebagai sesuatu yang lazim, bahkan seolah merupakan amanat konstitusi. Padahal anggapan itu keliru. Pasal 18 ayat (4) UUD 1945 hanya menyatakan bahwa gubernur, bupati, dan wali kota dipilih secara demokratis. Konstitusi tidak pernah memerintahkan agar kepala daerah dipilih bersama seorang wakil.

Artinya, jabatan wakil kepala daerah merupakan pilihan kebijakan dalam undang-undang, bukan perintah konstitusi. Karena hanya merupakan pilihan kebijakan, pengaturannya dapat dievaluasi apabila terbukti lebih banyak menimbulkan mudarat daripada manfaat.

Dalam teori ilmu politik dan pemerintahan, Gerry Stoker, Samuel Humes, dan Eileen Martin menjelaskan bahwa kepala eksekutif daerah dapat dipilih langsung, dipilih oleh dewan, diangkat oleh dewan, atau diangkat oleh pemerintah pusat. Tidak ada teori yang menyatakan bahwa setiap kepala pemerintahan daerah harus memiliki wakil yang dipilih dalam satu paket politik.

Sebaliknya, teori kepemimpinan modern justru menempatkan mono executive sebagai model yang paling efektif. Pemerintahan membutuhkan satu pusat komando, satu garis tanggung jawab, dan satu pemegang otoritas politik. Ketika dua orang memperoleh legitimasi politik yang sama dari pemilu, potensi benturan hampir tidak terhindarkan.

Kearifan lokal Indonesia sejak lama memahami prinsip tersebut. Orang Jawa mengenal ungkapan “tidak boleh ada matahari kembar”. Di Aceh dikenal pepatah “tidak boleh ada dua ayam jago dalam satu kandang”. Masyarakat Sulawesi mengatakan “tidak boleh ada dua nakhoda dalam satu kapal”. Plato pun sejak zaman Yunani kuno mengingatkan bahwa sebuah negara memerlukan seorang nakhoda, bukan dua orang yang berebut kemudi.

Sayangnya, sistem pilkada kita justru menciptakan dua sumber legitimasi politik dalam satu pemerintahan.

Data menunjukkan banyak sekali pasangan kepala daerah yang akhirnya “pecah kongsi”. Kemendagri pernah mencatat pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya mencapai 95 %. Konflik biasanya bermula dari pembagian kewenangan, perebutan jabatan, distribusi proyek, hingga persiapan pencalonan pada periode berikutnya. Wakil kepala daerah merasa memiliki legitimasi politik yang sama karena ikut dipilih rakyat dan punya modal dalam kontestasi pilkada. Sebaliknya, kepala daerah sesuai UU Pemda No 23 Tahun 2014 memandang wakil hanyalah pembantu yang bertanggung jawab kepadanya.

Perbedaan inilah yang menjadi pangkal persoalan.

Akibatnya, birokrasi terbelah menjadi dua kubu. Sekretaris daerah dan perangkat daerah berada dalam posisi serba sulit karena harus menghadapi dua pusat kekuasaan. Pelayanan publik terganggu. Energi pemerintah habis untuk menyelesaikan konflik internal, sementara kepentingan masyarakat terabaikan.

Di sisi lain, negara harus menanggung biaya yang tidak kecil. Gaji, tunjangan, rumah jabatan, kendaraan dinas, kantor, staf, hingga berbagai fasilitas lainnya harus disediakan. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, pertanyaan mengenai efektivitas jabatan ini menjadi semakin relevan.

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa demokrasi lokal tidak selalu membutuhkan wakil kepala daerah hasil pemilu. Amerika Serikat pada banyak pemerintah lokal menerapkan strong mayor tanpa wakil politik. Inggris juga tidak mengenal wakil kepala daerah sebagai institusi politik permanen di sebagian besar pemerintahan lokal. Jepang memilih kepala daerah secara langsung tanpa didampingi wakil.

Artinya, kualitas demokrasi tidak ditentukan oleh banyaknya jabatan politik yang dipilih rakyat, melainkan oleh efektivitas pemerintahan yang dihasilkan.

Karena itu, Indonesia harus berani menata ulang desain kepemimpinan daerah. Kepala daerah cukup dipilih secara tunggal, tidak berpasangan lagi.

Apabila diperlukan wakil karena penduduknya banyak, pengisiannya tidak perlu melalui pemilihan. Kepala daerah terpilih dapat mengusulkan seorang profesional atau aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi manajerial untuk diangkat sesuai mekanisme yang diatur undang-undang.
Wakil kepala daerah itu misalnya, dilantik dan diambil sumpah/janji nya oleh kepala daerah.

Model ini akan menghadirkan kepemimpinan yang lebih kukuh, solid, mengurangi biaya politik pilkada, meniadakan potensi konflik, serta mendorong birokrasi bekerja secara profesional.

Memang tidak ada sistem yang sempurna. Namun mempertahankan sistem yang berkali-kali melahirkan konflik juga bukan pilihan yang bijaksana. Demokrasi harus menghasilkan pemerintahan yang efektif, bukan sekadar memperbanyak jabatan politik.

Sudah lebih dari dua puluh tahun keadaan ini berangsung, walaupun sistem pilkada mono eksekutif pernah ditampung dalam UU Pilkada No 22 Tahun 2014 sewaktu Mendagri dipegang Gamawan Fauzi.Tapi, pengaturan ini belum berjalan keburu dicabut oleh UU Pilkada No 8 Tahun 2015 saat Mendagri dijabat oleh M. Tjahyo Kumolo.

Saat ini, sudah waktunya kita mengakhiri salah kaprah dalam pengaturan wakil kepala daerah. Sebab dalam pemerintahan, sebagaimana ajaran kearifan lokal yang diwariskan para leluhur, matahari hanya satu, tidak kembar.

178 komentar untuk “Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda”

  1. Anateur adult video clipsLesbian seduces female instructorChinese lesbians fuckingBig brother 08 nude australiaBondage pants in ahmilton ontarioSister poses nudePokemon revolution nude xnxx
    Valentine wax bikini8 1 2in dicksWomen moaning in sexCat licks
    plastic bagsNaked families on the beachDaughter
    walks around nakedAnime cum pussyHow to pleasure yourself with a
    toothbrushGay frat latino porn xnxxy.cc Amateur home sex movies on the beachWaltman nakedVintage at
    legacy apartmentsVintage aljo trailerSandra sex shineSpank
    me diaper styleMother forcing son to have sexSexual offenders list xnxx Asian in a bikini videoSexy bras aa sizeLove japan sex for
    muslimsJim xxx castingsPre teen thumbnail xxxIs porn addiction realBig clit
    erectDo tuner makes tranny shift weirdFemale redhead 18 facebookFine nude collectionPorn lesibenPenis
    size differences between individualsUpskirt on hdtv videosAnime sex chatTeenie
    non nude models

  2. Saya menemukan blog Anda di Google dan memeriksa beberapa posting awal Anda. Teruskan pekerjaan yang sangat baik ini. Saya baru saja menambahkan RSS feed Anda ke pembaca berita MSN saya. Menantikan untuk membaca lebih banyak dari Anda nanti!

  3. Terima kasih atas tulisan yang baik. Pada kenyataannya ini sebelumnya adalah sebuah konten hiburan. Terlihat rumit menjadi lebih menyenangkan dari Anda! Namun, bagaimana kita dapat tetap berhubungan?

  4. Tulis lebih banyak, hanya itu yang ingin saya katakan. Secara harfiah, sepertinya Anda mengandalkan video untuk menyampaikan poin Anda. Anda jelas tahu apa yang Anda bicarakan, mengapa membuang kecerdasan Anda hanya dengan memposting video ke blog ketika Anda bisa memberi kami sesuatu yang mencerahkan untuk dibaca?

  5. I just could not depart your site before suggesting that I extremely enjoyed the standard information a person provide for your visitors? Is going to be back often to check up on new posts

  6. I would like to thnkx for the efforts you have put in writing this web site. I am hoping the same high-grade website post from you in the upcoming also. Actually your creative writing skills has encouraged me to get my own web site now. Actually the blogging is spreading its wings rapidly. Your write up is a good example of it.

  7. Greetings from California! I’m bored to tears at work so I decided to browse your site on my iphone during lunch break. I enjoy the knowledge you present here and can’t wait to take a look when I get home. I’m amazed at how fast your blog loaded on my phone .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, good site!

  8. Nice post. I learn something more challenging on different blogs everyday. It will always be stimulating to read content from other writers and practice a little something from their store. I’d prefer to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll give you a link on your web blog. Thanks for sharing.

  9. Do you mind if I quote a couple of your articles as long as I provide credit and sources back to your weblog? My blog is in the very same area of interest as yours and my visitors would genuinely benefit from a lot of the information you provide here. Please let me know if this ok with you. Many thanks!

  10. I haven’t checked in here for some time since I thought it was getting boring, but the last few posts are good quality so I guess I will add you back to my daily bloglist. You deserve it my friend 🙂

  11. Hello, i believe that i noticed you visited my web site thus i came to “go back the desire”.I’m trying to in finding things to improve my web site!I suppose its adequate to make use of some of your concepts!!

  12. Hello! I know this is kind of off topic but I was wondering which blog platform are you using for this website? I’m getting tired of WordPress because I’ve had problems with hackers and I’m looking at options for another platform. I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

  13. Thank you for another wonderful post. The place else could anybody get that kind of information in such a perfect approach of writing? I have a presentation subsequent week, and I am at the look for such info.

  14. Bagian yang luar biasa, saya sekadar memberikannya kepada seorang rekan yang sedang melakukan sedikit analisis tentang ini. Dan dia sebenarnya membelikan saya sarapan sebagai hasil dari saya menemukannya untuknya.. senyum. Jadi biar saya ulangi: Terima kasih untuk jamuan! Akan tetapi ya terima kasih telah meluangkan waktu untuk mendiskusikan ini, saya sangat merasa kuat tentang hal ini dan suka mempelajari lebih banyak tentang topik ini. Jika potensial, seiring Anda berkembang menjadi lebih berpengalaman, apakah Anda keberatan memperbarui weblog Anda dengan tambahan rincian? Ini sangat berguna bagi saya. Jempol besar untuk publikasi blog ini!

  15. This is really attention-grabbing, You are an overly professional blogger. I’ve joined your feed and look ahead to in the hunt for extra of your wonderful post. Also, I have shared your web site in my social networks!

  16. Great beat ! I would like to apprentice while you amend your site, how could i subscribe for a blog site? The account helped me a applicable deal. I were tiny bit acquainted of this your broadcast offered vivid transparent idea

  17. Hai di sana, sekadar ingin mengatakan bahwa saya benar-benar menyukai membaca melalui postingan Anda. Saya tidak yakin mengapa tetapi saya merasakan banyak informasi yang sangat berguna. Terima kasih!

  18. Terima kasih untuk situs informatif lainnya. Di tempat mana lagi saya memperoleh info seperti itu yang ditulis dengan cara yang ideal? Saya memiliki sebuah tantangan yang saya sedang kerjakan, dan saya telah mengamati informasi seperti ini.

  19. Sweet blog! I found it while browsing on Yahoo News. Do you have any suggestions on how to get listed in Yahoo News? I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Cheers

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top