Miing Bagito: Kritik dalam Seni Bukan Kriminal, “Mens Rea” Pandji Adalah Realitas Sosial

whatsapp image 2026 01 23 at 13.27.11

JAKARTA – Komedian senior dan politisi Dedi “Miing” Gumelar angkat bicara terkait ancaman pelaporan hukum yang menyeret komika Pandji Pragiwaksono menyusul pertunjukan tunggalnya yang bertajuk “Mens Rea”. Miing  heran tiba-tiba ada sekelompok orang mengambil tindakan hukum melaporkan Panji dengan sejumlah tuduhan. Menurutnya, baru  di era sekarang ini ada rakyat yang melaporkan rakyatnya sendiri.

‘’Dan syukurnya saya tidak melihat ada dari pemerintah, dari DPR yang melaporkan Panji,’’ ujar Miing saat tampil di kanal you tube Abraham Samad Speak UP yang diunggah Kamis, 22/1/2026 kemarin.

Miing menegaskan bahwa kritik yang disampaikan di atas panggung seni tidak boleh dijawab dengan jeruji besi.

Seni sebagai Cermin, Bukan Delik

Miing dengan gaya bicara yang lugas menjelaskan terdapat perbedaan fundamental antara “niat” dalam seni pertunjukan dengan “niat jahat” dalam terminologi hukum pidana. Ia menilai pemilihan judul Mens Rea oleh Pandji merupakan bentuk satir cerdas, bukan sebuah pengakuan atas niat melakukan tindak pidana.

“Dalam dunia seni, niat atau mens rea seorang seniman adalah untuk memotret realitas, memberikan perspektif, dan mengedukasi melalui hiburan. Jika apa yang disampaikan Pandji membuat ribuan orang tertawa dan merasa terwakili, itu tandanya ada fakta sosial yang sedang dibicarakan, bukan fitnah,” ujar lagi.

Miing menyoroti bahwa ribuan penonton yang bersedia membayar tiket mahal untuk menonton Pandji adalah bukti adanya keresahan kolektif yang berhasil dipotret oleh sang komika. Baginya, komedi berfungsi sebagai katarsis bagi masyarakat yang tidak memiliki akses untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap kekuasaan atau situasi politik.

whatsapp image 2026 01 23 at 13.27.10

Ancaman terhadap Demokrasi

Lebih lanjut, pendiri grup lawak Bagito ini memperingatkan bahwa upaya memidanakan komika atas materi pertunjukannya akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi Indonesia. Ia berpendapat bahwa ruang seni harus memiliki “imunitas” tertentu selama koridornya adalah kritik terhadap kebijakan atau institusi publik, bukan penghinaan pribadi yang tidak berdasar.

“Negeri ini akan menjadi kering dan kaku jika setiap kritik di panggung komedi berakhir di kantor polisi. Kedewasaan sebuah bangsa diuji dari bagaimana mereka menerima kritik, bukan dari seberapa cepat mereka melapor ke penegak hukum,” tegasnya.

Etika dan Refleksi Meski membela kebebasan berekspresi, Miing tetap mengingatkan pentingnya etika profesi bagi para seniman. Namun, dalam kasus Pandji, ia melihat sang komika sudah berada dalam jalur yang benar sebagai penyambung lidah masyarakat.

Miing mengimbau kepada publik dan penegak hukum agar lebih bijak dalam membedakan antara ujaran kebencian dengan kritik sosial yang dibungkus dengan estetika komedi. Ia berharap polemik ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih dewasa dalam berdemokrasi melalui medium seni.

Media asaindonesia.id akan terus menyajikan informasi yang cepat, akurat sebagai hak bagian dari hak asasi publik. Media asaindonesia.id menerima tulisan, saran, kritik, sanggahan berita melalui hak jawab atas setiap pemberitaan, melalui alamat yang tertera.

1 komentar untuk “Miing Bagito: Kritik dalam Seni Bukan Kriminal, “Mens Rea” Pandji Adalah Realitas Sosial”

Tinggalkan Balasan ke someone Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top