JAKARTA — Menjelang transisi dan penguatan jalannya pemerintahan baru, Yayasan ASA Indonesia bekerja sama dengan Integrity Law Firm bakal menggelar Uji Publik Kabinet Bayangan pada Kamis, 27 Agustus 2026 mendatang. Forum kritis ini diusung untuk membedah arah penegakan hukum anti-korupsi serta mendeteksi ancaman terhadap ketatanegaraan di era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mengangkat tema “Membedah Gagasan Penegakan Hukum Anti Korupsi dan Nasib Konstitusi di Era Presiden Prabowo – Gibran”, diskusi ini dirancang sebagai panggung akuntabilitas publik guna menguji gagasan alternatif dari deretan figur “Kabinet Bayangan” serta para pakar hukum terkemuka.
Mantan Ketua KPK periode 2011–2015, Abraham Samad, dijadwalkan hadir memberikan keynote speech mengenai urgensi pengesahan RUU Perampasan Aset dan reformasi mendasar di tubuh aparat penegak hukum. Pada sesi yang sama, Pakar Hukum Tata Negara Prof. Denny Indrayana akan memberikan pandangan kritisnya terkait potensi krisis konstitusi yang dinilai kian mengkhawatirkan.
Sorotan utama forum ini juga tertuju pada kehadiran Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada, Prof. Zainal Arifin Mochtar, yang akan membedah secara mendalam bahaya laten “Korupsi Konstitusi”—sebuah fenomena perusakan kaidah hukum melalui instrumen regulasi resmi.
Selain para akademisi dan praktisi, dua menteri Kabinet Bayangan dipastikan siap memaparkan visi kebijakan alternatif mereka:
- Ikbal Damanik (Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Bayangan / Aktivis Greenpeace) yang membedah kejahatan korupsi di sektor sumber daya alam dan dampaknya pada keadilan ekologis.
- Khoirunnisa Nur Agustyati (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabinet Bayangan / Aktivis Perludem) yang menguasai analisis korupsi politik serta dampaknya terhadap pembatasan hak-hak konstitusional warga negara.
Untuk menguji ketajaman gagasan para pembicara, panitia menyiapkan penanggap utama dari perwakilan mahasiswa serta jurnalis senior media nasional.
Kegiatan hybrid ini akan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB di Jakarta, diawali dengan sesi ramah tamah dan makan siang bersama para tokoh sipil, akademisi, serta insan pers.



