Tugas Utama Polisi, Amankan Unjuk Rasa  supaya tidak ada Korban. Oegroseno :  Terjadi Banyak Pelanggaran Aparat Saat di Lapangan

oegroseno.00 07 12 13.still002

foto: Abraham Samad SPEAK UP

Jakarta— Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno blak-blakan menyebut terjadinya  banyak pelanggaran  saat pengamanan aksi unjuk rasa akhir Agustus lalu. Dampaknya, menimbulkan  korban meninggal sampai 10 orang mahasiswa dan masyarakat. Ini belum termasuk ratusan korban  yang mengalami luka serius dan ringan  tersebar di seluruh Indonesia. Oegro menegaskan  seandainya aparat  selama ini benar benar paham maksud tujuan mereka ditugaskan di lapangan serta memedomani setiap peraturan yang ada, maka tragedi kelabu Agustus itui tidak perlu terjadi.

‘’Aparat Kepolisian wajib mengamankan pendemo. Bukan melakukan represif. Jadi harus diamankan  supaya jangan ada korban,’’ ujarnya saat tampil di chanel Abraham Samad Speak UP.  

Menurut Oegroseno,  kalaupun dalam aksi unjuk rasa melibatkan dua kubu pro dan kontra  serta diperkirakan akan terjadi konflik,  maka  aparat  bertanggungjawab mengatur  strategi pengamanan agar supaya kedua massa pro dan kontra tersebut tidak bertemu.  

‘’Jadi jangan sampai  menjadi suatu pola  bahwa massa berunjuk rasa begitu dikatakan anarkis oleh aparat harus melawan aparat. Kan tidak imbang. Di sini  (petugas polisi –red) kekuatannya pasukan lengkap bersenjata.  Yang di sini  (massa) hanya mungkin ada yang seperti membawa alat yang membahayakan jiwa manusia, harus diamankan. Dan Itu ada tahapannya. Jadi semua harus  dikembalikan kepada Undang undangnya,’’ tambahnya.

Dikatakan sekarang ini selain ada UU yang secaara khusus mengatur penyampaian aspirasi juga  ada Peraturan Kapolri (Perkapolri)  No 1 Tahun 2009  yang mengatur  secara rigid penggunaan kekuatan dalam tindakan Kepolisian. 

‘’Perkapolri ini  hanya 17 pasal. Kalau  benar- benar mau dipelajari  oleh seluruh anggota Polri  di  Indonesia, saya rasa tidak akan ada korban  yang berjatuhan, baik itu masyarakat maupun aparat dan kerusakan fasilitas umum,’’ jelasnya . Disayangkan, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan ditemukan  banyak terjadi pelanggaran protap pengamanan. Bahkan ada petugas ditserse justru berada di lapangan dengan pakaian seragam Kepolisian.

Oegro Seno   diundang Abraham Samad Speak UP   dalam kapasitasnya sebagai purnawirawan polisi yang punya pengalaman bertugas memimpin langsung pengamanan aksi unjuk rasa di.  Surabaya  saat reformasi tahun 1998.  Berlangsung sukses damai tanpa ada korban. Bahkan saat itu berlangsung aksi berhari hari, namun oleh pihak Kepolisian tidak pernah menggunakan satupun peluruh tajam.   (ASA)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top