Mantan BIN  Bongkar Fakta Dibalik  Pertemuan Jokowi – Ustadz Abu Bakar Baasyir  

whatsapp image 2025 10 10 at 13.14.11

Sri Radjasa : Jokowi Pernah Ditemui Agen CIA (Foto ASA Indonesia

Jakarta — Kolonel Infanteri (Purn) Sri Radjasa Chandra,  membongkar fakta sesungguhnya dibalik pertemuan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan  ulama kharismatik Ustadz  Abu Bakar Baasyir (ABB). Ia, menuding Jokowi  secara sengaja dan sadar telah melakukan manipulasi fakta dan informasi atas pertemuan tersebut seolah-olah  Ustadz Abu Bakar Basyir  hadir di kediamannya memberi dukungan moral terhadap dirinya di saat dukungan institusi formil politik sudah mulai redup.

Sri Rahadjasa  yang  juga dikenal sebagai mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) menyampaikan hal tersebut saat tampil dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad Speak UP  yang diunggah,  Kamis, 9 Oktober  2025..

whatsapp image 2025 10 10 at 13.14.40

Sri Radjasa, dalam podcast tersebut  yang dipandu mantan Ketua KPK Periode 20211-2015 Abraham Samad, membongkar peristiwa yang sesungguhnya di balik  adanya pertemuan Ustadz ABB  dengan Jokowi.    Bahwa memang benar  ada pertemuan tersebut namun bukan memberi dukungan tapi menegur Jokowi karena sudah terlampau jauh  banyak melakukan kerusakan selama ini.

‘’ Ustadz Abu Bakar Baasyir datang atas inistaifkedatangan ustadz Abu Bakar Baasyir atas inisiatif sendiri. Karena mengingat, kita melihat bahwa  ketajaman  spiritual Baasyir selama ini, dia melihat ada yang sudah melampaui batas dilakukan oleh Jokowi. Sebagai ulama dia berkeyakinan, berkewajiban menegur umara. Ini konteksnya sehingga dia harus mendatangi Jokowi,’’ ujarnya.

Menurutnya, sesuai informasi yang berhasil dirangkum olehnya dari dalam lingkaran Jokowi, Ustadz ABB tiba di rumah Jokowi  pukul 10.00. Namun oleh protokoler dari pihak Jokowi, Alasannya akan koordinasi dulu dengan Jokowi. Jadi Ustadz ABB tidak diterima langsung melainkan diminta menunggu di luar. Bahkan sekitar 30 menit baru petugas datang langsung menyapa Ustadz ABB dan mengkonfirmasi Jokowi sedang tidak di rumah. Namun pihaknya menginformasikan bila Jokowi bersedia terima jam 1 siang, sehingga  Ustad ABB dulu,

‘’Padahal saya  tahu, Jokowi saat itu ada di rumah. Ada di dalam. Ini informasi valid dari dalam,’’ ujarnya lagi mengaku sedih ulama diperlakukan demikian. 

Usta ABB  yang begitu jujur tidak pernah curiga bila pertemuan tersebut dikondisikan untuk penetingan show pencitraan. Ustadz ABB  karena niatnya tulus akhirnya benar kembali lagi pukul 13.00 sesuai yang dijanjikan. Mereka kemudian diterima di dalam  dengan tertutup.  Ustadz ABB  kesampaian niatnya sebagai ulama menyampaikan pesan-pesannya kepada Jokowi yang sifatnya teguran kepada   Jokowi yang selama ini dianggapnya banyak melakukan kerusakan di tanah air.

‘’Baasyir tidak pernah menduga kalau pertemuan itu sudah dikondisikan. Begitu keluar langsung banyak media dan Jokowi show sampai cium tangan. Ingin memberi pesan ke public seolah mendapat dukungan  secara moral dari ulama kharismatik di saat dukungan formil dari partai politik mulai hilang. Padahal semuanya tidak benar. Baasyir murni sebagai ulama menegur umara,’’ ujarnya.

Menurutnya ustadz ABB sesungguhnya sudah paham betul karakter Jokowi. Termasuk Ustadz ABB pernah dijanjikan oleh Jokowi bila berkuasa akan menerapkan islam kaffah sebagaimana didakwakan Ustadz ABB selama ini.

‘’Tapi faktanya di era beliaulah ulama banyak dikriminalisasi,’’  katanya. Bahkan Sri tegas menyebut Jokowi  banyak tahu di balik penangkapan terorisme.  Saat terosime di Thailand ditangkap Bernama Hambali dan ada hubungan dengan Ustad ABB, Jokowi sempat didatangi dua orang CIA di Solo. Dua orang itu Bernama, Anjero dan David willian.

‘’Jadi saya tegaskan tidak ada dukungan. Sebagai Kiyai, murni mereka datang menegur umara karena sudah banyak melakukan kerusakan,’’ tegasnya

.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top