Pambagio: Murni Ide Jokowi
Jakarta – Pakar transportasi Agus Pambagio membongkar keterlibatan aktif mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi )dalam proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang belakangan berganti nama menjadi Whoosh. Menurutnya, dari hasil dialog langsung dengan Jokowi di istana terkonfirmasi pihak yang ngotot Pembangunan proyek KCJB adalah Jokowi sendiri termasuk mengalihkan kerja sama dari Pemerintah Jepang kemudian dialihkan ke Cina.
Agus Pambagio yang juga dikenal sebagai analis kebijakan public menyampaikan hal tersebut saat tampil dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad Speak UP yang diunggah, minggu 26 Oktober 2025. kemarin dengan judul: Bom Waktu Utang Whoosh. Agus Pambagio: Jokowi Sudah Saya Ingatkan
Agus dalam podcast tersebut yang dipandu mantan Ketua KPK Periode 20211-2015 Abraham Samad, tampil dengan gaya bicaranya yang khas, santai lugas tapi kritis. Bahkan ia sempat menantang Abraham tidak akan cukup waktu tujuh hari tujuh malam untuk menceritakan semua di balik sengkarut proyek whoosh tersebut. Menurutnya, sikapnya selama ini banyak berteriak mengkrtisi rencana Pembangunan whoosh tidak memiliki pretensi macam-macam selain motivasi sebagai anak bangsa yang mengingatkan Presiden agar lebih berhati-hati menghitung lagi azas manfaatnya.
‘’Saya hanya mengingatkan Presiden, kita ini tidak butuh kereta cepat. Belumlah. Mahal sekali, kita mau bayar pake apa?,’’ tegasnya. Agus menyadari sikap kritisnya saat itu tidak diterima oleh semua pihak, terutama para relawan Jokowi banyak ribut, namun ia maklumi karena merasa yang dilakukan benar dan tidak ada niat macam-macam termasuk mencari pekerjaan proyek.
‘’Yang ribut itu relawan. Tapi tidak masalah. Saya kan tidak cari proyek,’’ tegasnya lagi.
Pambagio lalu berbagi kisah bertemu Jokowi selaku Presiden saat itu di istana Bogor yang penuh drama.
‘’ Jadi saya sudah ingatkan 9 tahun lalu. Saya dipanggil. Saya bilang, Pak, Ini ide siapa? Ide saya mas,’’ ujar Pambagio berusaha menirukan ulang proses dialognya dengan Jokowi saat itu. .
‘’Saya hampir jatuh dari kursi. Kagetkan?,’’ ujarnya. Pambagio bahkan mengaku sempat kaget dan hampir jatuh dari kursi mendengar penjelasan Jokowi yang begitu lugas berterus terang bahwa proyek KCJB tersebut adalah murni idenya. Sesuatu yang tidak pernah diduga sebelumnya. Bagi Pambagio ide awal KCJB tersebut boleh jadi berawal dari para menterinya atau siapa. Namun rupanya dalam pertemuan tersebut terkonfirmasi murni ide Jokowi.

‘’Begini, saya kan serahkan ke Pak Menteri Perhubungan (jonan maksudnya—red). Tapi Pak Menterinya tidak setuju. Iiya sudah. Saya perintahkan Menteri BUMN meneruskan,’’ ujar Jokowi ditirukan Pambagio.
Menurut Pambagio, dari pertemuan tersebut terkonfirmasi awal mula Jokowi jatuh hati kerja sama dengan Cina membangun proyek kereta cepat. Diceritakan Jokowi, saat itu dalam sebuah lawatan ke Cina, dirinya diajak oleh Presiden Cina jalan-jalan sambil menikmati fasilitas kereta cepat di Cina. Dari perjalanan tersebut, Jokowi langsung jatuh hati. Terlebih, Xi Jimping menawarkan diri siap bekerja sama membantu Indonesia membangun kereta cepat. Jokowi juga mengutarakan alasannya lebih memilih kerja sama dengan Cina ketimbang dengan Jepang. Padahal, proyek kereta cepat tersebut sebelumnya sudah dalam tahap pengkajian oleh Pemerintah Jepang. Menurut Jokowi, kerja sama dengan Jepang prosesnya yang terlalu ribet.
Pambagio mengaku sempat berniat memanfaatkan forum tersebut secara maksumal untuk menjelaskan lebih detil mengapa dirinya tidak setuju dengan Pembangunan proyek KCJB tersebut, namun situasinya kurang kondusif. Bahkan kakinya sempat diinjak salah seorang watimpres sebagai isyarat.
Pambagio sendiri tidak mau berspekulasi soal dugaan markup dalam proyek tersebut, Meski demikian, dirinya setuju sebaiknya pihak penegak hukum, KPK atau Bareskrim mengusut dibalik proyek tersebut,
‘’Selama ini sudah ada hasil audit BPK, silahkan diambil, Koordinasikan dengan mereka,’’ ujarnya singkat.



