Anggaran KPU Berpuluh Trilyun, Bisa Sewa Private Jet, Tapi Tidak Melakukan Verifikasi Faktual Dokumen Jokowi

whatsapp image 2025 12 12 at 10.59.28

Fot yotube : dirty election.

Jakarta,– Anggota Bon Jowi (bongkar ijazah Jokowi) Leony Lidya yang juga sebagai pemohon  dalam sengketa informasi kasus ijazah Jokowi tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya, kecewa bercampur emosi, begitu  mendengar  penjelasan,  pengakuan dari KPU sebagai termohon  bahwa pihaknya selama ini  benar tidak pernah menjalankan atau tidak pernah melaksanakan  verifikasi faktual mengecek ke lapangan untuk  memastikan kebenaran apakah informasi yang tertuang dalam berkas dokumen administrasi yang diterima dari para kandidat termasuk Jokowi, apakah benar adanya ?  Sah, asli atau palsu seperti dugaan publik selama ini.  Leony bahkan menyinggung anggaran KPU yang sampai berpuluh-puluh trilyun dan bahkan bisa menyewa private jet berkeliling  alasan sosialisasi, tapi kemudian yang sangat urgen, fundamental keharusan mengecek kebenaran dokumen tidak di lapangan tidak dilaksakanan

‘’KPU tidak melakukan verifikasi faktual. Ini ada apa? Pejabat publik saat itu, itu melamar. Melamar untuk menjadi pejabat publik bagi negeri ini, Tetapi bapak – bapak di KPU tidak melakukan saringan yang benar,’’ ujarnya dalam sidang lanjutan di KIP kemarin dengan tahapan ajudikasi dengan KPU sebagai pihak termohon.

Koordinator Tim Kuasa Khusus Bon Jowi, Petrus Selestinus SH,  bahkan mengkritik keras dengan mempertanyakan kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI  tidak melakukan verifikasi faktual ke lapangan atas kebenaran  dokumen  berkas yang digunakan oleh Joko Widodo (Jokowi), baik saat mendaftarkan di sebagai calon presiden di tahun 2014 dan tahun 2019, dan  calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 oleh KPU DKI Jakarta serta calon walikota Surakarta tahun 2005 dan 2009.   Petrus menjelaskan persoalan ijazah palsu  bagi pejabat publik bukanlah persoalan yang baru muncul sekarang melainkan persoalan lama yang terus diributkan.

‘’Bahkan tahun 2006 pernah ada kegiatan seminar yang secara khusus mengungkap tema ijazah palsu di kalangan pejabat publik. Terungkap  hasil penelitian saat itu, sedikitnya 60 persen pejabat publik yang ada ditengarai ijazahnya palsu,’’ ujar Petrus di hadapan sidang majelis sidang sengketa informasi terkait ijazah Jokowi dengan termohon pihak KPU.

Syamsuddin Alimsyah anggota tim penerima kuasa khusus Bon Jowi  melihat ada sikap anomaly  oleh KPU.  Di satu sisi selalu  selalu membangun dalih enggan memenuhi permintaan publik tidak bersedia membuka   dokumen berkas yang digunakan Jokowi saat mendaftar karena semata alasan kehati-hatian.  

‘’Sayangnya KPU tidak konsisten dengan sikapnya selalu mengaku hati hati.  Faktanya  KPU tidak melakukan verifikasi mengecek ke lapangan apakah berkas Jokowi benar asli atau palsu.  Lalu apa dasarnya teman-teman di KPU tiba – tiba saja merasa yakin kalau lembar dokumen itu sah, asli atau tidak palsu,’’  ujarnya menambahkan, sesungguhnya baik dalam UU Pemilu maupun PKPU sangat  jelas  tertera  dan rigit  daftar dokumen administrasi yang harus dipenuhi oleh seorang hendak maju mencalonkan diri sebagai calon Kepala  Daerah apalagi calon Presiden. Menjadi tanggungjawab utama pihak penyelenggara khususnya KPU melakukan pemeriksaan, verifikasi  kebenaran dokumen tersebut.

 ‘’Coba dibaca PKPU nomor 7 tahun 2017 mengatur tentang tahapan dan jadwal pemilu. Di sana sangat jelas  ada  tahapan dan jadwal yang khusus mengatur keharusan KPU melakukan verifikasi kebenaran dokumen. Pertanyaannya, bagaimana KPU  bisa yakin dokumen yang diserahkan calon adalah sah benar asli, bukan palsu tanpa mengecek ke lapangan,’’ ujar Syam sembari menyentil KPU,  untuk membaca  kembali data- data atau reference pejabat publik yang bahkan sudah ada yang sudah dilantik dan belakangan ketahuan ijazah yang digunakan mendaftar ternyata palsu.

‘’Kalau demikian, maka siapa yang salah. Siapa yang akan bertanggungjawab. Apakah cukup dengan alasan mohon maaf bukan saya menjabat saat itu, ataukah mohon maaf saya sudah tidak menjabat sekarang,’’ ujarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top