dok : (ist)
DEPOK — Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line relasi Bogor–Jakarta Kota sempat tertahan sekitar tiga menit di Stasiun Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Penundaan singkat tersebut disebabkan oleh masinis yang mendadak mengalami sakit perut dan harus menggunakan fasilitas toilet di stasiun.
Kejadian yang sempat memicu pertanyaan sejumlah pengguna jasa di stasiun tersebut mendapat tanggapan langsung dari pihak pengelola operasional. Manajemen KAI Commuter menegaskan bahwa tindakan masinis yang meninggalkan kabin sejenak untuk keperluan mendesak tersebut tidak melanggar prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP).
“Tindakan masinis untuk menuju toilet saat mengalami gangguan kesehatan atau mules diperbolehkan demi memastikan keselamatan dan fokus dalam mengemudikan kereta,” ujar perwakilan KAI Commuter dalam keterangannya.
Pihak KAI Commuter menjelaskan bahwa aspek kesehatan dan konsentrasi petugas frontliner—terutama masinis—merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. Apabila masinis memaksakan diri menjalankan kereta dalam kondisi fisik tidak prima, hal tersebut justru berisiko terhadap keamanan seluruh penumpang.
Usai masinis kembali ke kabin kendali, perjalanan KRL Bogor tersebut langsung dilanjutkan menuju stasiun tujuan. Pihak KAI Commuter memastikan kelancaran arus perjalanan KRL secara keseluruhan tidak terganggu signifikan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan singkat yang dirasakan para penglaju.



