Jemmy Mokolensang Soroti Skandal Anggaran KPU: Triliunan Rupiah Diserap, Tapi Urusan Ijazah Malah Tertutup

whatsapp image 2026 02 16 at 14.39.20 (1)

JAKARTA – Praktisi hukum Jemmy Mokolensang melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah terkait penanganan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Jemmy menyoroti ironi besar di mana KPU yang mengelola anggaran fantastis justru menunjukkan sikap defensif dan tidak transparan dalam menjaga integritas pemilu.

Anggaran Triliunan dan Skandal Jet Pribadi

Jemmy mengaku terkejut melihat kontrasnya perilaku KPU saat ini. Di satu sisi, KPU menggunakan anggaran negara yang sangat besar—termasuk biaya sosialisasi yang mencapai triliunan rupiah—namun di sisi lain, publik kesulitan mengakses informasi dasar mengenai dokumen pencalonan pejabat publik.

“Saya kaget mendengar berita spektakuler soal KPU, bahkan ada pengungkapan dari tokoh nasional soal anggaran yang diduga digunakan untuk hal-hal di luar tugas pokok, seperti sewa jet pribadi. Sementara itu, untuk meminta data ijazah calon yang kami minta, alasannya selalu tertutup. Ini sangat melukai rasa keadilan publik,” ujar Jemmy dalam diskusi di kanal SPEAK UP.

Status Hukum Legalisir Tanpa Tanggal

Dari sisi hukum, Jemmy mempertegas bahwa dokumen legalisasi ijazah tanpa tanggal bukan sekadar masalah teknis kecil, melainkan cacat hukum yang serius. Ia mempertanyakan bagaimana KPU bisa meloloskan dokumen pendaftaran yang tidak memiliki kepastian waktu dalam pengesahannya.

“Tanggal dalam legalisir itu menentukan penggunaan ijazah tersebut. Jika tahun 2014 digunakan, maka untuk tahun 2019 seharusnya ada legalisir baru. Tanpa adanya tanggal, secara hukum dokumen tersebut seharusnya ditolak oleh KPU. Ini menunjukkan adanya kelalaian atau bahkan kesengajaan dalam proses verifikasi,” tegas Jemmy.

Misteri Satgas Ijazah Palsu yang Sengaja ‘Dimatikan’

Jemmy juga menyinggung nasib Satgas Penanganan Ijazah Palsu yang digagas pada tahun 2015. Ia mencium adanya upaya sistematis untuk menghentikan langkah Satgas tersebut agar tidak menyentuh lingkaran kekuasaan tertinggi.

“Satgas itu sudah dirancang dengan bagus oleh menteri terkait saat itu, tapi Presiden tidak pernah menandatangani Keppres-nya. Ini indikasi kuat bahwa ada ketakutan akan ‘senjata makan tuan’. Akibatnya, mesin satgas ini mati selama 10 tahun dan mafia ijazah terus bergerak leluasa di level pejabat publik,” paparnya.

Evaluasi Total Penyelenggara Pemilu

Jemmy mendesak pemerintahan saat ini untuk melakukan evaluasi total terhadap para penyelenggara pemilu. Ia berharap proses seleksi pengurus KPU ke depan tidak hanya menjadi alat kepentingan politik 2029, melainkan benar-benar diisi oleh figur yang berintegritas dan transparan.

“Ijazah Jokowi ini adalah pintu masuk. Kasus ini harus membuka mata pemerintah untuk segera menghidupkan kembali mesin satgas yang mati. Jangan sampai praktik rezim ketertutupan ini terus berlanjut,” pungkas Jemmy.

66 komentar untuk “Jemmy Mokolensang Soroti Skandal Anggaran KPU: Triliunan Rupiah Diserap, Tapi Urusan Ijazah Malah Tertutup”

  1. Aw, this was a very nice post. In thought I wish to put in writing like this moreover – taking time and actual effort to make an excellent article… however what can I say… I procrastinate alot and certainly not appear to get something done.

  2. It’s a pity you don’t have a donate button! I’d most certainly donate to this fantastic blog! I suppose for now i’ll settle for book-marking and adding your RSS feed to my Google account. I look forward to new updates and will share this website with my Facebook group. Chat soon!

  3. Good post however I was wanting to know if you could write a litte more on this topic? I’d be very thankful if you could elaborate a little bit further. Appreciate it!

  4. I just like the helpful information you supply for your articles. I will bookmark your weblog and check again right here regularly. I am fairly certain I’ll be informed many new stuff right here! Good luck for the next!

  5. Oh my goodness! a tremendous article dude. Thank you Nonetheless I’m experiencing situation with ur rss . Don’t know why Unable to subscribe to it. Is there anybody getting similar rss drawback? Anyone who is aware of kindly respond. Thnkx

  6. You really make it appear so easy together with your presentation but I to find this matter to be really something that I think I might never understand. It seems too complicated and very extensive for me. I am having a look forward for your subsequent submit, I’ll try to get the hang of it!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top