Kang Sobary : Indonesia Sedang Krisis Character Building yang Akut

whatsapp image 2026 05 29 at 14.21.16

JAKARTA – Budayawan senior Mohamad Sobary mendiagnosis akar keterpurukan bangsa Indonesia yang tak kunjung usai meski sudah hampir 80 tahun merdeka. Pria yang akrab disapa Kang Sobary ini menyebut Indonesia tengah mengalami krisis character building (pembangunan karakter) yang akut akibat matinya intellectual tradition (tradisi intelektual) di tengah masyarakat dan elite pemimpin.

Pandangan mendalam tersebut diuraikan Kang Sobary dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP. Menurutnya, cita-cita besar proklamator Bung Karno mengenai pembangunan karakter bangsa kini terlantar karena para pemimpin tidak memiliki kesabaran moral untuk merawat tradisi berpikir.

“Kenapa sampai belum terwujud itu nation building dan character building? Karena kita tidak punya kesabaran programatik. Penggarapan karakter manusia itu harus melalui sesuatu yang namanya intellectual tradition,” ujar Kang Sobary dengan lugas.

Mantan Kepala Kantor Berita Antara ini meluruskan kaprah mengenai makna tradisi intelektual. Ia menegaskan bahwa tradisi ini jauh lebih tinggi daripada sekadar rutinitas membaca dan menulis.

“Kalau sekedar tradisi membaca dan menulis, aku sudah menulis, aku sudah membaca, lalu menganggap sudah sempurna? Bukan. Beyond batas itu, lebih tinggi lagi, di dalam intellectual tradition itu harus tergambar adanya personal dignity (harga diri), personal integrity (integritas), dan personal morality (moralitas),” cetusnya tajam.

Ironisnya, Sobary menilai kondisi tradisi intelektual di Indonesia saat ini justru berada di titik yang mengkhawatirkan. Alih-alih melahirkan masyarakat yang kritis, kehadiran era teknologi informasi dan media sosial dinilainya malah membuat masyarakat kian malas berpikir dan membaca (reading habit merosot tajam).

“Munculnya dunia baru, dunia IT dan medsos, membuat orang makin tidak membaca, malas membaca. Padahal catatan tradisi baca-tulis kita dari dulu sudah rendah,” kritik sahabat karib Gus Dur tersebut.

Di tengah situasi yang gersang itu, Sobary mengajak bangsa ini untuk kembali melirik salah satu modal sosial terbesar Indonesia, yaitu dunia pesantren. Ia menilai pesantren memiliki andil dahsyat dalam sejarah peradaban karena mampu merawat tradisi intelektual masa lalu secara konsisten.

Lebih lanjut, dampak paling mengerikan dari matinya tradisi intelektual ini adalah hilangnya figur pemimpin yang memiliki watak Asketisme atau dalam bahasa agama disebut Zuhud—yaitu pemimpin yang hidup bersahaja, selesai dengan dirinya sendiri, dan siap miskin demi memberi teladan bagi rakyatnya.

“Seorang pemimpin kalau ada integrity dan morality, itu akan mewujud pada manusia yang siap tidak punya apa-apa, siap memberi teladan. Pemimpin yang berkembang dalam tradisi intelektual yang mapan akan melahirkan pemimpin asketik, pemimpin zuhud, dan pemimpin yang jujur,” jelasnya.

Sobary memperingatkan, selama tradisi intelektual ini diabaikan dan lembaga pendidikan gagal membangun karakter, Indonesia hanya akan terus melahirkan pemimpin kosmetik yang pandai berpidato namun miskin etika.

“Kita harus memperkukuh intellectual tradition. Dari sana nilai (value) akan terbentuk dan menjadi kiblat terus-menerus. Itulah wujud nyata dari character building yang sejati,” pungkas Sobary.

1 komentar untuk “Kang Sobary : Indonesia Sedang Krisis Character Building yang Akut”

  1. I’m truly enjoying thhe dewsign and layout oof your site.

    It’s a very easwy onn tthe eyers which makes itt mmuch
    morfe plesant foor mee tto ccome hsre aand visit more often. Didd
    you hure oout a devceloper too create your theme? Exceptionnal work!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top