Kang Sobary : Berhenti Mengumbar Retorika di Atas Podium !

whatsapp image 2026 05 29 at 14.21.17

JAKARTA – Budayawan sekaligus kritikus sosial senior, Mohamad Sobary, menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi “kebutuhan akut” akan pemimpin yang berani mengambil pendekatan programatik. Pria yang akrab disapa Kang Sobary ini meminta para pemegang kekuasaan—khususnya presiden—untuk berhenti mengumbar retorika politik di atas podium dan segera mengeksekusi tindakan nyata.

“Rakyat tidak butuh pembicaraan, rakyat butuh tindakan nyata. Just do it, don’t speak!” seru Kang Sobary dengan nada bicara yang lugas, dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

Mantan Kepala Kantor Berita Antara ini menilai, kegagalan terbesar era reformasi adalah karena perubahan politik makro tidak pernah diterjemahkan menjadi perubahan yang sifatnya programatik dan teknis di level birokrasi. Alih-alih menyelesaikan masalah dasar rakyat, para pemimpin dinilainya lebih senang memproduksi kalimat-kalimat indah yang mengawang-awang.

Menurut Sobary, pendekatan programatik berarti presiden harus berani memutus rantai pencitraan dan fokus total pada satu atau dua sektor krusial selama lima tahun menjabat, terutama dalam hal penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

“Presiden cukup berjanji, ‘Gua bukan orang hebat, gua punya keterbatasan. Jadi dalam lima tahun ini, yang gue janjiin cuma satu: penegakan hukum.’ Tegak hukum aja sudah, enggak usah ngomong yang lain-lain. Fokus!” cetus sahabat karib Gus Dur tersebut.

Sobary bahkan memberikan simulasi konkret yang menohok tentang bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap tegas dan tak taktis tanpa perlu berbelit-belit.

“Panggil itu Jaksa Agung, taruh di samping kanan. Panggil Kapolri, taruh sebelah kiri. Ngomong ke rakyat: ‘Aku enggak mau ngerjain pekerjaan mereka. Aku hanya nyuruh, eh lu tegakin dong hukum! Sekali lu menyimpang, gua cekek lu, gua ganti!’ Harus begitu,” tegasnya.

Ia mengkritik keras gaya komunikasi politik pemimpin yang hobi menebar janji bombastis namun minim eksekusi. Sobary mencontohkan, seorang presiden tidak perlu berpidato layaknya anak remaja dengan berjanji akan mengejar koruptor sampai ke Antartika jika pada realitasnya penegakan hukum masih melempem.

“Enggak usah begitu, Bung. Enggak usah ngomong, lakukan saja. Koruptor itu ditangkap, dikasih miskin, duitnya diambil negara untuk kesejahteraan rakyat. Itu bukan kalimat, itu tindakan,” cecar Sobary.

Bagi Sobary, jika seorang presiden memiliki kewarasan untuk bekerja secara programatik dan fokus membangun tradisi bersih di satu segmen kehidupan saja selama sepuluh tahun, maka sistem dan nilai keadilan akan mapan dengan sendirinya.

“Kalau sistem dan nilai (value) sudah jalan, kita tidak butuh orang (figur pahlawan) lagi. Itulah yang disebut character building dan nation building,” pungkasnya tajam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top