JAKARTA — Menanggapi situasi demokrasi yang kian mengkhawatirkan, sejumlah elemen aktivis dan gerakan masyarakat sipil menyerukan manifesto sikap tegas untuk menyelamatkan arah bangsa. Mereka mendesak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk segera melakukan konsolidasi total guna membendung dominasi pengelolaan negara yang dinilai hanya berbasis kosmetik politik.
Seruan ini muncul sebagai respons atas fenomena “Republik Lewat Podium”, di mana kebijakan publik strategis kerap kali hanya menjadi komoditas retorika tanpa menyentuh substansi keadilan bagi rakyat.
Aktivis senior yang juga Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus mengembalikan posisi ideologisnya sebagai oposisi biner bagi setiap kebijakan yang menindas. Mahasiswa diminta tidak terjebak dalam pragmatisme politik yang disodorkan oleh elite kekuasaan.
“Tugas mahasiswa itu jelas: menjadi pengontrol jalannya kekuasaan, siapa pun penguasanya. Kita harus kembali ke khittah gerakan moral yang murni,” ujar Ray dalam keterangannya yang dikutip dari kanal #ABRAHAM SAMAD SPEAKUP.
Dalam manifesto rekomendasi sikap tersebut, kelompok aktivis menekankan tiga poin krusial yang harus segera dijalankan di lapangan:
- Membongkar Politik Citra: Gerakan sipil harus secara agresif menguliti perbedaan tajam antara apa yang diucapkan penguasa di atas podium pencitraan dengan realitas kebijakan hukum dan ekonomi di bawah meja.
- Tolak Polarisasi Buatan: Mahasiswa diserukan untuk memutus rantai adu domba sesama elemen pemuda (Mahasiswa vs Mahasiswa) dan menyadari bahwa musuh bersama mereka adalah kebijakan yang merugikan publik.
- Pembersihan Ruang Akademik: Menghidupkan kembali mimbar bebas dan forum diskusi substansial di kampus-kampus untuk membersihkan gerakan dari racun pragmatisme politik uang.
Situasi saat ini dinilai menjadi ujian terbesar bagi generasi muda pasca-Reformasi. Jika gerakan mahasiswa tetap terfragmentasi dan terbuai oleh narasi panggung bentukan kekuasaan, maka ruang hidup demokrasi di Indonesia dikhawatirkan akan sepenuhnya lumpuh.
Seruan konsolidasi nasional ini kini mulai menjalar ke berbagai simpul pergerakan di daerah. Sejumlah perwakilan badan eksekutif mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil menyatakan siap merapatkan barisan dalam waktu dekat demi mengawal agenda-agenda pro-rakyat.



