Netizen Bongkar Motif Pra Peradilan Roy Suryo Dalam Kasus Ijazah Jokowi. Hakim Tunggal Siap Baca Putusan Siang Ini

image (37)

Ketgamb : Tribun news.com

JAKARTA — Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan siang ini kembali menjadi panggung babak baru perseteruan hukum terkait kasus ijazah Jokowi—sebuah polemik melelahkan yang terus bergulir bertahun-tahun tanpa kepastian.

Dikutip dari detik.com, Hakim Tunggal yang menangani gugatan praperadilan tersangka Roy Suryo terkait keabsahan penggeledahan oleh penyidik beberapa hari lalu, dijadwalkan membacakan putusan siang ini, Selasa (7/7/2026).

Pejabat Humas PN Jaksel, Halida Rahardhini, mengonfirmasi bahwa sidang pamungkas tersebut akan digelar di Ruang Sidang 02. “(Sidang) dijadwalkan pukul 13.00 WIB,” ujar Halida saat dihubungi, Selasa (7/7/2026).

Tekanan Psikologis Untuk Jokowi Atau Strategi Ulur Waktu ?

Secara formal, praperadilan adalah hak konstitusional mutlak seorang tersangka. Namun di ruang publik, manuver hukum Roy Suryo ini justru memicu gelombang sinisme. Alih-alih dipandang sebagai upaya murni mencari keadilan, langkah mantan Menpora ini dibaca luas oleh netizen sebagai deretan strategi usang yang sarat kalkulasi politik dan personal.

Sesuai koridor hukum acara, sidang praperadilan hari ini hanya akan menguji aspek formalitas di lapangan—mulai dari keabsahan penetapan tersangka hingga prosedur penggeledahan dan penangkapan oleh penyidik. Hakim tidak akan menyentuh atau masuk ke dalam substansi pokok perkara materiil.

Hakim Tunggal hanya memiliki dua opsi: *[menolak/menerima] seluruh permohonan yang diajukan tim hukum Roy Suryo. Hakim akan menakar apakah prosedur penyidikan telah memenuhi dua alat bukti yang sah sesuai Hukum Acara Pidana (699a9262 5c50 468c 9378 7054348fff48), ataukah justru terjadi pelanggaran prosedur dan kesewenang-wenangan aparat tanpa dasar hukum yang cukup.

Namun, bagi publik yang mengamati lewat layar kaca dan lini masa media sosial, substansi hukum tersebut seolah bergeser menjadi nomor dua. Perhatian utama justru tertuju pada agenda terselubung di balik pengajuan praperadilan ini.

Di Mata Netizen: Taktik Mengulur Waktu dan “Efek Dokter Tifa”

Gugatan praperadilan Roy Suryo tak pelak memanen reaksi beraliran ganda dari netizen. Di satu sisi, ada yang menilai langkah ini sah dan wajib diambil demi membela hak tersangka. Namun di sisi lain, mayoritas suara di platform media sosial bernada sinis dan skeptis. Mereka mengendus langkah ini hanyalah bagian dari grand strategy Roy Suryo untuk menyelamatkan diri dari jerat hukum pokok.

Ada tiga poros pandangan netizen yang paling mengemuka:

  • Mempelajari “Medan Perang” Dokter Tifa

Banyak netizen menganalisis bahwa praperadilan ini sengaja digulirkan sebagai taktik mengulur waktu demi mengintip jalannya persidangan Dokter Tifa yang sudah berproses lebih awal. Dengan membedah bagaimana jaksa menyusun dakwaan dan bagaimana hakim merespons pembelaan Dokter Tifa, Roy Suryo dianggap sedang mencuri start untuk membangun benteng kesiapan menghadapi persidangan pokoknya sendiri.

  • Sekadar Mengulur Waktu (Buying Time)

Pandangan yang lebih pragmatis menilai tidak ada strategi jenius di sini. Netizen menganggap Roy Suryo hanya sedang panik dan berusaha menunda proses peradilan yang tak terhindarkan. Praperadilan dinilai tak lebih dari sekadar “rem darurat” konvensional yang biasa digunakan tokoh publik saat terdesak.

  • Strategi “Merepotkan” Jokowi

Ini analisis yang paling tajam. Sejumlah netizen menangkap motif yang sedang dimainkan Roy Suryo terhadap Jokowi yang selama ini oleh publik dikesankan selalu menghindari persidangan atas kasus ijazahnya.  Roy sedang memainkan panggung dengan memberikan tekanan pada Jokowi mau tidak mau harus bolak balik menghadiri dua persidangan dokter Tifa dan Roy Suryo sendiri.  Netizen melihat ada kesengajaan agar pihak Joko Widodo (Jokowi) dipaksa “bolak-balik” menguras energi dan perhatian di pusaran dua persidangan berbeda. Jokowi tentu sudah kehabisan alasan tidak akan hadir dalam dua persidangan tersebut seperti dengan persidangan sebelumnya di Solo atau di Jakarta karena alasan sakit dan sibuk. Faktanya sekarang Jokowi sekarang ini sehat saja dan aktif berkeliling safari politik keliling daerah. Oleh karenanya, bila Jokowi masih tetap tidak hadir di persidangan , netizen akan menilai Jokowi sebagai sosok yang terus berupaya menghindar dalam kasus ijazahnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top