JAKARTA – Mengkritik tanpa memberikan jalan keluar hanya akan menjadi kegaduhan yang sia-sia. Menyadari besarnya potensi kebocoran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, membagikan formula taktis untuk mengunci mati celah korupsi dalam megaproyek tersebut.
Dalam pemaparannya di kanal YouTube #SPEAKUP, Saut menegaskan bahwa program kemanusiaan ini masih bisa diselamatkan dari cengkeraman koruptor jika pemerintah berani menerapkan pengawasan berlapis dan sistem yang kedap sela.
Berikut adalah Solusi dan Rekomendasi (Cara Mengunci Celah Korupsi) yang dirumuskan oleh Saut Situmorang:
1. Penerapan Transparansi Radikal Berbasis Digital
Saut mendesak agar seluruh rantai pengadaan barang dan jasa program MBG wajib dimasukkan ke dalam sistem e-katalog yang dapat diakses oleh publik secara terbuka. Tidak boleh ada kontrak di bawah meja.
“Publik harus bisa melihat dengan jelas berapa harga per porsi makanan yang dibeli negara, siapa vendornya, dan apa saja komponennya. Transparansi radikal adalah racun utama bagi para pelaku mark-up anggaran,” tegas Saut.
2. Pelibatan KPK dan BPK Sejak Tahap Perencanaan
Belajar dari kasus korupsi bantuan sosial (bansos) di masa lalu, Saut merekomendasikan agar KPK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak hanya bertindak sebagai ‘pemadam kebakaran’ setelah korupsi terjadi. Kedua lembaga ini harus dilibatkan sejak awal untuk melakukan audit preventif terhadap regulasi, sistem tata kelola, dan mekanisme distribusi sebelum anggaran ratusan triliun tersebut mulai dicairkan.
3. Membangun Dapur Umum Berbasis Komunitas Lokal
Untuk memangkas rantai pasok yang panjang dan rawan monopoli vendor raksasa, Saut menyarankan maksimalisasi peran ekonomi lokal. Pengadaan bahan baku seperti beras, sayur, telur, dan susu sebaiknya dibeli langsung dari petani dan peternak setempat, lalu dikelola oleh dapur umum komunitas atau sekolah. Cara ini dinilai memperkecil ruang gerak ‘makelar proyek’ sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput.
4. Aktivasi Citizen Journalism dan Saluran Aduan Terintegrasi
Kunci pengawasan terkuat berada di tangan masyarakat. Saut mendorong orang tua murid, guru, dan warga sekitar sekolah untuk aktif memantau kualitas makanan yang diterima anak-anak. Pemerintah harus menyediakan Whistleblowing System (kanal pengaduan) yang aman, responsif, dan terintegrasi langsung dengan aparat penegak hukum. Jika ditemukan porsi makanan yang disunat atau kualitas pangan yang buruk, masyarakat bisa langsung melaporkannya dengan jaminan keamanan identitas.
Saut Situmorang menutup rekomendasinya dengan pengingat keras bahwa keberhasilan program MBG bukan diukur dari seberapa cepat anggarannya habis terserap, melainkan dari seberapa bersih setiap rupiahnya sampai ke piring anak-anak Indonesia yang membutuhkan.




lagian orang kampung di kasih kekuasaan yaa begitu🗿