Fatwakan Haram Nuklir Iran Adalah Bukti Komitmen, Berbanding Terbalik dengan Israel

whatsapp image 2026 03 06 at 10.37.16 (3)

JAKARTA – Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, membedah standar ganda dunia internasional terkait isu nuklir di Timur Tengah. Dalam wawancara terbaru di kanal Abraham Samad SPEAK UP, Faisal menegaskan bahwa narasi Amerika Serikat yang menuduh Iran mengembangkan senjata pemusnah massal adalah propaganda yang tidak berdasar jika merujuk pada fakta hukum dan religi di Iran.

Fatwa Haram Senjata Pemusnah Massal

Faisal mengungkapkan bahwa fondasi utama kebijakan pertahanan Iran bukanlah agresi nuklir, melainkan fatwa agama yang dikeluarkan oleh pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini, yang kemudian diperkuat oleh penerusnya.

“Ada fatwa yang hingga kini belum dicabut, bahwa memproduksi, menyimpan, dan menggunakan senjata pemusnah massal—baik itu senjata kimia, biologi, maupun nuklir—adalah Haram. Secara ideologis, Iran terikat pada aturan agama ini,” ujar Faisal.

Ia menambahkan bahwa klaim AS yang menyebut nuklir Iran untuk militer hanyalah pengulangan skenario invasi Irak tahun 2003 yang terbukti menggunakan data intelijen palsu mengenai senjata pemusnah massal.

Kepatuhan Iran pada NPT vs Ketertutupan Israel

Lebih lanjut, Faisal membandingkan posisi hukum kedua negara di mata organisasi internasional. Iran, menurutnya, telah menunjukkan itikad baik dengan menjadi anggota Non-Proliferation Treaty (NPT) atau Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

  • Iran: Terdaftar sebagai anggota NPT dan secara rutin mengizinkan inspeksi dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). “Direktur IAEA, Rafael Grossi, bahkan menyatakan hasil inspeksi selama ini tidak menemukan bukti Iran mengembangkan senjata nuklir untuk perang,” jelas Faisal.
  • Israel: Sebaliknya, Israel tidak pernah menandatangani NPT dan menolak inspeksi internasional. Faisal merujuk pada kesaksian pembocor nuklir Israel, Mordechai Vanunu, yang menyebut Israel diperkirakan sudah memiliki lebih dari 200 bom nuklir sejak tahun 2004.

Isu Nuklir Sebagai Alat Politik

Faisal menilai AS dan Israel sengaja terus memainkan isu nuklir Iran untuk menciptakan ketakutan global dan menarik dukungan negara-negara Eropa.

“Kenapa isu nuklir yang dipakai? Karena ini senjata pemusnah peradaban. Dengan narasi ini, mereka bisa menarik negara lain untuk ikut memerangi Iran, padahal Israel-lah yang sebenarnya memiliki senjata tersebut tanpa pengawasan internasional,” tegasnya.

Faisal menutup analisisnya dengan menyatakan bahwa Iran menggunakan teknologi nuklirnya murni untuk kepentingan sipil, seperti pembangkit listrik dan medis, yang merupakan hak setiap negara berdaulat di bawah pengawasan IAEA.

1 komentar untuk “Fatwakan Haram Nuklir Iran Adalah Bukti Komitmen, Berbanding Terbalik dengan Israel”

Tinggalkan Balasan ke somebody Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top