Pitan Daslani: Triliunan Dolar Arab Saudi Danai Mesin Perang AS, Untuk ‘’Bumi Haguskan’’ Tetangga Sendiri

whatsapp image 2026 04 23 at 17.00.38

JAKARTA – Di balik bara konflik Selat Hormuz, terdapat kenyataan pahit mengenai peta koalisi Timur Tengah. Wartawan senior dan pengamat hubungan internasional, Pitan Daslani, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad Speak UP mengungkap bahwa negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi, kini berada dalam posisi yang sangat kontradiktif: menjadi penyokong dana utama bagi kekuatan militer Amerika Serikat yang digunakan untuk menekan Iran dan Palestina.

Pendanaan Industri Perang: Duit Arab, Senjata Amerika

Pitan membedah fakta yang jarang muncul di permukaan mengenai investasi masif Arab Saudi di Amerika Serikat. Sejak era Petrodollar tahun 1974 hingga komitmen terbaru di bawah kepemimpinan MBS, Arab Saudi telah mengalokasikan dana hingga 1 triliun dolar AS untuk investasi di sektor pertahanan dan energi Amerika.

“Ironisnya, Arab Saudi mendanai industri pertahanan Amerika untuk menciptakan senjata-senjata paling modern di dunia. Senjata inilah yang kelak—dan sedang—digunakan untuk menghantam Iran serta menekan saudara-saudara mereka di Palestina,” tegas Pitan.

Koalisi Pragmatis: Sekutu Non-NATO

Pitan menjelaskan bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania adalah sekutu strategis AS berstatus non-NATO. Mereka memberikan data intelijen dan koordinasi militer kepada Pentagon untuk membidik target-target strategis di Iran.

Bahkan, Pitan menyebut bahwa serangan udara Amerika ke pusat-pusat energi dan militer Iran dilakukan atas restu, dan dalam beberapa kasus, didorong oleh lobi-lobi negara-negara Teluk yang merasa terancam oleh dominasi regional Teheran.

Politik ‘Tutup Langit’ karena Ketakutan

Namun, ada perubahan drastis dalam manuver terbaru. Saat Amerika hendak meningkatkan skala serangan darat dan udara, negara-negara Arab seperti Irak, Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Arab Saudi tiba-tiba menutup wilayah udara mereka bagi pesawat tempur AS.

Menurut Pitan, ini bukan bentuk solidaritas terhadap Iran, melainkan politik ketakutan. “Mereka sadar jika wilayah udara mereka digunakan sebagai pangkalan serangan oleh AS, maka rudal-rudal Iran dan drone Houthi akan segera meratakan fasilitas minyak dan kota-kota mereka. Mereka tidak ingin menjadi ‘babak belur’ hanya demi memfasilitasi perang Amerika,” jelasnya.

Pakistan: Tentara Bayaran di Tanah Teluk

Sisi lain yang menarik adalah keterlibatan Pakistan. Pitan mencatat adanya perjanjian pertahanan bersama antara Pakistan dan Arab Saudi. Saat ini, sekitar 13.000 pasukan Pakistan dilaporkan sudah bersiaga di Arab Saudi. Keberadaan mereka berfungsi sebagai “perisai manusia” untuk menjaga stabilitas rezim Teluk jika Iran memutuskan untuk melakukan serangan balasan secara total.


Diplomasi Bermuka Dua

Analisis Pitan Daslani menggambarkan wajah asli Timur Tengah hari ini: sebuah kawasan yang terbelah antara kebutuhan akan perlindungan militer Amerika dan ketakutan akan hancurnya ekonomi akibat serangan balik Iran.

“Negara-negara Arab ini terjebak. Di satu sisi mereka membeli senjata AS dengan harga selangit, di sisi lain mereka gemetar melihat kenyataan bahwa senjata-senjata itu tidak sanggup menjamin keamanan mereka dari jangkauan rudal Iran,” pungkas Pitan.

1 komentar untuk “Pitan Daslani: Triliunan Dolar Arab Saudi Danai Mesin Perang AS, Untuk ‘’Bumi Haguskan’’ Tetangga Sendiri”

Tinggalkan Balasan ke ymSlYwnReXIURNDWUNE Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top