Said Didu Ungkap Aliansi Baru Para Oligarki Hitam –SSB Siap ” Kudeta” Prabowo

whatsapp image 2026 08 18 at 16.59.52 (2)

JAKARTA — Di tengah memanasnya suhu politik pasca-transisi kepemimpinan, sebuah peta kekuatan baru ditenggarai tengah berkonsolidasi di balik layar. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, membeberkan keberadaan aliansi tak kasatmata yang ia sebut sebagai jaringan Poros “SSB” (Singapura – Solo – Bandung) yang diduga kuat dirancang untuk melumpuhkan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Said Didu saat hadir sebagai narasumber dalam dialog kritis di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

Menurut Said Didu, kemunculan Poros SSB bukan sekadar desas-desus politik biasa, melainkan bentuk manuver balasan dari aliansi kekuatan lama dan oligarki yang merasa terancam oleh agenda penertiban sumber daya alam serta penegakan hukum di era pemerintahan baru.

“Ada segitiga SSB: Singapura, Solo, Bandung. Ini sedang mempersiapkan targetnya,” ungkap Said Didu secara terbuka.

Ia secara rinci menguraikan konstelasi di balik tiga elemen poros geopolitik-bisnis tersebut:

  • Singapura: Ditenggarai menjadi titik kumpul dan markas konsolidasi para figur oligarki serta pihak-pihak yang berkepentingan mengamankan aset dan bisnisnya dari jangkauan penertiban hukum pemerintah.
  • Solo: Merepresentasikan simpul basis kekuatan politik lama yang enggan melepaskan kendali dan pengaruhnya dalam arah kebijakan nasional.
  • Bandung: Menjadi salah satu elemen penghubung jaringan aktor strategis yang menyokong pergerakan dan pembentukan opini publik.

Said Didu menilai, kolaborasi tiga simpul ini bergerak secara sistematis memanfaatkan celah di dalam tubuh kabinet yang dinilainya belum sepenuhnya loyal kepada Presiden. Gerakan poros ini disinyalir memanfaatkan instrumen pembangkangan struktural dari dalam serta tekanan opini dari luar untuk melumpuhkan komando utama Prabowo.

“Mereka bersatu lagi nih. Koruptor-koruptor oligarki bersatu di Singapura membikin poros baru: Solo, Singapura, Solo, Bandung,” tegas Said Didu.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa sasaran utama dari aliansi ini adalah menggembosi figur-figur kunci penegak hukum dan penertiban yang menjadi ‘benteng’ pertahanan kebijakan Prabowo. Jika tekanan dari jaringan SSB ini berhasil melumpuhkan simpul-simpul komando tersebut, Said Didu memprediksi stabilitas pemerintahan akan menghadapi ujian yang jauh lebih besar menuju pertengahan masa jabatan.

Pengungkapan keberadaan Poros SSB ini kian mempertegas bahwa kontestasi politik sesungguhnya tidak berhenti di bilik suara, melainkan berlanjut dalam perang pengaruh antara rezim baru melawan konsolidasi oligarki lintas wilayah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top