JAKARTA – Sistem penegakan hukum dalam kepemiluan di Indonesia dinilai compang-camping dan tumpang tindih. Jika DPR RI dan pemerintah tidak segera melakukan reformasi total dalam RUU Pemilu, karut-marut penyelesaian sengketa ini dikhawatirkan bakal memicu ledakan konflik sosial (chaos) di masyarakat.
Peringatan keras tersebut dilemparkan oleh aktivis demokrasi , Syamsuddin Alimsyah. Menurutnya, penegakan hukum merupakan salah satu jantung paling krusial dalam pemilu, namun realitasnya di lapangan justru menjadi lini yang paling banyak dikeluhkan karena ketidakadilan yang kasat mata.
“Sistem penegakan hukum pemilu kita saat ini sangat ruwet. Penyelesaian sengketa—mulai dari ranah administrasi, tindak pidana, hingga sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi (MK) dan PTUN—berjalan tanpa kepastian yang jelas. Ini bom waktu,” ujar Syamsuddin dalam tayangan di kanal YouTube ASANESIA TV.
Secara khusus, Syamsuddin menyoroti kinerja Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang diisi oleh unsur Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Alih-alih menjadi garda terdepan pemberantasan pelanggaran, ego sektoral dan lemahnya regulasi seringkali membuat institusi ini mandul dalam mengesekusi pelanggaran pemilu di lapangan.
“Banyak laporan pelanggaran kasat mata yang akhirnya mentok atau menguap begitu saja di Gakkumdu dengan alasan tidak memenuhi syarat formal-materil yang rumit. Sistem ini seolah didesain bukan untuk mencari keadilan, tapi untuk membiarkan pelanggaran lolos,” kritiknya tajam.
Ia menegaskan, ketika jalur hukum formal tidak lagi bisa dipercaya dan gagal memberikan keadilan bagi peserta maupun pemilih, maka masyarakat akan mencari jalurnya sendiri. Ketidakpuasan yang terakumulasi dinilai rawan memicu konflik horizontal pasca-pemungutan suara.
“Ketika penegakan hukum tidak berjalan, maka pada saat bersamaan kita sedang membuka pintu lebar-lebar bagi terjadinya chaos dalam kepemiluan kita,” kata Syamsuddin memperingatkan.
Oleh karena itu, Syamsuddin mendesak agar kemandekan pembahasan RUU Pemilu segera diakhiri. DPR RI harus memprioritaskan rekonstruksi total terhadap hukum acara pemilu agar tercipta kepastian hukum yang tunggal, cepat, dan berkepastian.
“DPR jangan tutup mata. Merevisi undang-undang itu bukan sekadar ritual lima tahunan, tapi momentum menyelamatkan pemilu dari hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke elit,” pungkasnya.




Yoou should ttake part inn a cotest ffor onee oof tthe finest blogs oon thhe
internet. I mmost ceetainly wkll hibhly rcommend thi
weeb site!
Pingback: ศัลยกรรมเกาหลี
Pingback: savclip portugues
Pingback: painting service Auckland
Pingback: กายภาพ รามอินทรา
Pingback: massage spa nyc
Pingback: gransinonl-online.nl
Punishment for teen crimeVibrator real orgasmDocter fucks pregant womenSex dictionary a-levelJasmine adult web camFree twink male pornHot sexy
sluty shemalesVibraters pussy picsHentai ecchi
wallpaper websitesTanya transvestite xnxx With her panties
cockErotic flash frontierBlack gaped assholesGary jett
md virgin islandsPenis screensaverCumshot gifs tumblrSmokin busty redheads banging https://watch.xvideos-hub.com/ Computer get off pornSexy girls my wife pitureC
k thumb wheel switchHorny hairy cuntsVintage lead cowStrip excercise classes mercer county njForced anal sezPhat pussy nice assIndein sex xnxx
Gay porn videos for mobileBraceface anime porn simpsonsBottom up controlTeen pussy eating moviesAsian theatre productionsXxx slopIncompetent adult legal helpFree
tube porn categories gay fullThe soggy bottom boys songShow your breast
implants nudeChick takes it in assDeepthroat old dickNaked catwalk