Jakarta — Pengamat politik dan Pertahanan dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Dr. Selamat Ginting menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim reformasi Polri mendahului istana, sesungguhnya bisa dianggap sebagai bentuk perlawanan terbuka dan pembangkangan terhadap Prabowo. Ia menjelaskan, Sigit secara sadar dan sengaja mendahului pihak istana membentuk sendiri tim reformasi polri dan mengumumkannya secara terbuka strukturnya yang semua beranggotakan internal dari Kepolisian.
‘’Ini betul betul peristiwa politik yang akan dicatat dalam sejarah, bahwa mabes polri yang di pimpin Listyo Sigit Prabowo melakukan pembangkangan terhadap Presiden. Ini betul – betul perlawanan,’’ ujarnya saat tampil dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad Speak UP yang diunggah Kamis 16 Oktober 2025.
Selamat Ginting dalam podcast tersebut yang dipandu mantan Ketua KPK Periode 20211-2015 Abraham Samad, menjelaskan langkah Kapolri membentuk sendiri tim reformasi kepolisian sesungguhnya punya motif akan mendelegitimasi komitmen Presiden untuk melakukan reformasi Polri secara total.

Seperti diberitakan sebelumnya, jauh sebelum Kapolri membentuk tim reformasi Kepolisian, Presiden Prabowo secara terbuka di publik lebih awal sudah mengumumkan misinyaakan melakukan reformasi total dalam tubuh Kepolisian pasca tragedi unjuk rasa akhir agustus lalu yang berujung kerusahan dan penjarahan serta korban jiwa 10 orang. Bahkan saat itu beberapa nama tokoh yang akan dilibatkan dalam struktur tim reformasi sudah beredar di public. Namun saat dalam agenda lawatan Presiden keluar negeri, tiba-tiba publik dikejutkan dengan langkah Kapolri secara internal juga membentuk tim reformasi Kepolisian.
Menurutnya, dengan melihat komposisi struktur tim yang dibentuk Sigit terdapat 52 orang personal semuanya adalah anggota aktif di tubuh Polri. Ini menandakan Sigit sebenarnya telah melakukan konsolidasi internal.
‘’Berarti ini betul – betul ada pengeroyokan. Di dalam betul-betul sangat kuat. Konsolidasi sudah betul- betul dilakukan,’’ tambahnya menjelaskan Listyo Sigit Prabowo adalah Kapolri terlama sepanjang sejarah Kepolisian.
Sebelumnya Kapolri dalam berbagai kesempatan membantah anggapan publik yang menilainya telah melakukan perlawanan terhadap Presiden yang hendak melakukan reformasi Kepolisian. Pihaknya bergerak membentuk tim reformasi sesungguhnya bagian dari respon institusi Kepolisian atas aspirasi yang berkembang.



