TEHERAN – Kekuatan militer Iran di bawah kepemimpinan baru tidak lagi bisa dipandang sebelah mata melalui kacamata konvensional. Analisis terbaru dari pemerhati hubungan internasional, Pitan Daslani, mengungkap bahwa Teheran telah mencapai tingkat kemandirian teknologi militer yang mampu melumpuhkan strategi pertahanan tercanggih milik Amerika Serikat dan Israel.
Demikian ditegaskan saat tampil podcast di kanal YouTube Abraham Samad Speak UP yang diunggah Selasa, 17 Maret 2026 kemarin.
Perang Biaya: Drone Murah vs Rudal Patriot
Salah satu poin paling tajam dalam analisis Pitan adalah ketimpangan ekonomi dalam pertempuran udara. Iran dilaporkan menggunakan drone produksi lokal dengan biaya produksi hanya sekitar 20.000 dolar AS per unit.
Namun, untuk menjatuhkan satu unit drone tersebut, Amerika Serikat dan sekutunya harus meluncurkan rudal penangkis Patriot yang harga per satuannya mencapai 4 miliar dolar AS (sekitar 62 triliun rupiah).
“Ini adalah kalkulasi ekonomi yang merugikan bagi Amerika. Senjata sederhana Iran memaksa lawan menghabiskan anggaran yang luar biasa mahal. Secara matematis, AS sedang dikuras secara finansial di medan tempur,” ujar Pitan Daslani.
Ancaman Nuklir di Bunker 110 Meter
Terkait program nuklir, Pitan mengungkap fakta mengejutkan mengenai efektivitas serangan udara AS sebelumnya. Meskipun Washington mengklaim telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran, informasi intelijen menunjukkan bahwa cadangan uranium yang diperkaya masih utuh.
Hal ini disebabkan karena fasilitas tersebut tersimpan di dalam bunker bawah tanah dengan kedalaman 110 meter. Sementara itu, bom penghancur bunker (bunker buster) milik AS dilaporkan hanya memiliki daya tembus efektif hingga 61 meter.
“Barang itu masih ada. Iran hanya menunggu waktu yang tepat. Jika dalam keadaan terjepit, pemimpin baru Mojtaba Khamenei tidak ragu menggunakan kekuatan nuklir sebagai opsi terakhir,” tambah Pitan.
Kemandirian SDM: Tanpa Outsourcing
Berbeda dengan banyak negara Timur Tengah lainnya, seluruh pengembangan teknologi militer Iran—mulai dari rudal balistik hingga hulu ledak nuklir—dilakukan oleh ilmuwan asli Iran. Pitan menekankan bahwa Teheran tidak melakukan outsourcing atau menggunakan tenaga ahli asing.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa isolasi ekonomi selama puluhan tahun justru memaksa Iran mencapai kedaulatan teknologi. Dengan rudal balistik yang mampu menembus luar angkasa sebelum menghujam target, radar konvensional milik lawan seringkali terlambat mendeteksi serangan, menjadikan posisi tawar Iran semakin tak tergoyahkan di meja perundingan global.




iran op wak💀