Bom Waktu Siap Meledak Ancaman Krisis, Rakyat di Ujung Tanduk

whatsapp image 2026 01 29 at 14.49.50 (3)

Jakarta – Diskusi di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP menghadirkan ekonom senior Yanuar Rizky, yang menyoroti tajam pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap stabilitas nasional. Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar pelemahan mata uang, melainkan tanda bahaya yang bisa berujung pada krisis multidimensi.

“Rupiah yang terus melemah adalah alarm keras. Ini bukan hanya soal kurs, tapi soal kepercayaan terhadap ekonomi kita. Kalau dibiarkan, krisis bukan lagi ancaman, melainkan kepastian,” tegas Yanuar.

Daya Beli Rakyat Tergerus

Ia menekankan bahwa inflasi yang meroket telah menghantam langsung kehidupan masyarakat.

“Daya beli rakyat sudah jatuh. Harga kebutuhan pokok naik, pendapatan riil stagnan. Konsumsi rumah tangga yang jadi tulang punggung ekonomi kini lumpuh,” ujarnya.

Krisis Ekonomi Bisa Berubah Jadi Krisis Sosial

Yanuar memperingatkan bahwa pelemahan rupiah dan daya beli bukan hanya masalah ekonomi, tetapi bisa memicu instabilitas sosial.

“Kalau rakyat tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan dasar, gejolak sosial tinggal menunggu waktu. Krisis ekonomi akan berubah jadi krisis politik dan sosial,” katanya.

Kritik terhadap Pemerintah

Dalam dialog yang dipandu Abraham Samad, Yanuar menilai kebijakan pemerintah masih bersifat reaktif dan tambal sulam.

“Subsidi dan intervensi pasar tidak akan menyelesaikan masalah. Yang dibutuhkan adalah kebijakan fiskal yang tajam, berpihak pada rakyat, dan strategi jangka panjang untuk memperkuat produksi domestik,” ujarnya.

Kesimpulan

Pandangan Yanuar Rizky menegaskan bahwa pelemahan rupiah adalah bom waktu. Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah strategis, Indonesia berisiko menghadapi krisis ekonomi yang bertransformasi menjadi krisis sosial dan politik. Pesan utamanya jelas: krisis bukan lagi ancaman, melainkan bayangan nyata yang semakin dekat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top