Ketgamb : foto milik Detik.com
JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap potret buruk birokrasi di Indonesia yang dinilainya masih berbelit-belit dan menghambat kemajuan negara. Dalam pernyataannya, Prabowo secara terang-terangan membandingkan efisiensi administrasi publik Indonesia dengan negara tetangga, Malaysia.
“Kita harus berani bercermin. Kenapa di Malaysia urusan izin bisnis dan pelayanan publik bisa selesai dalam hitungan hari, sedangkan di tempat kita bisa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun? Ini ada yang keliru dengan mentalitas birokrasi kita,” ujar Prabowo dengan nada tinggi saat memberikan pengarahan di Jakarta.
Prabowo menegaskan bahwa keruwetan birokrasi bukan sekadar masalah administratif, melainkan lampu merah bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi. Menurutnya, ego sektoral dan mentalitas “kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah” harus segera dipangkas habis.
Ia pun memperingatkan para menteri dan kepala lembaga untuk tidak lagi menoleransi pejabat yang hobi menumpuk berkas di meja kerja demi mencari keuntungan pribadi.
“Kata Prabowo, zaman rasan-rasan dan memperlambat urusan rakyat sudah selesai. Saya tidak mau lagi dengar laporan investor kabur ke Vietnam atau Malaysia hanya karena meja birokrasi kita terlalu banyak setoran dan jembatan berbelit. Kita ini pelayan rakyat, bukan penguasa yang minta dilayani,” tegas mantan Menteri Pertahanan tersebut.
Presiden berjanji akan mengevaluasi langsung kementerian dan lembaga yang mencatatkan rapor merah dalam kecepatan pelayanan publik. Langkah digitalisasi total dan pemangkasan regulasi tumpang-tindih disebutnya sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.



walau pun aneh tapi pak prabowo masih punya kinerja kerja yang bagus lohh