AS-Israel Menjadikan Anak Anak Perempuan Target Utama Serangan ke Iran

whatsapp image 2026 03 06 at 10.37.16 (3)

JAKARTA – Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, melayangkan kritik tajam terhadap aksi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Iran. Faisal menegaskan  serangan tersebut bukan sekadar eksalasi militer, melainkan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Demikian ditegaskan Faisal saat tampil sebuah wawancara di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, yang diunggah Kamis 5/3/2026  kemarin.

Target Sipil dan Pelanggaran Kemanusiaan

Faisal menyoroti bahwa serangan tersebut secara membabi buta menyasar fasilitas sipil. Ia mengungkapkan data yang memprihatinkan terkait sikap Amerika – Israel yang menjadikan target pertama adalah sebuah sekolah dasar khusus perempuan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan anak-anak.

“Sasaran pertama yang diserang oleh Amerika bersama Israel itu sekolah SD khusus perempuan. Ini sangat aneh jika mereka menuduh Iran represif terhadap perempuan, sementara mereka sendiri membunuh kaum perempuan dan anak-anak,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, ia menyesalkan waktu penyerangan yang dilakukan di bulan suci Ramadan, saat umat Muslim sedang fokus beribadah, yang menunjukkan hilangnya rasa perikemanusiaan dari pihak penyerang.

whatsapp image 2026 03 06 at 10.37.16

Pembunuhan Pemimpin Tertinggi: Skenario Lama Pentagon

Poin paling krusial dalam pandangan Faisal adalah gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Menurutnya, pembunuhan ini bukanlah insiden kebetulan dalam perang, melainkan sudah menjadi  target operasi  utama yang sudah lama direncanakan secara sistematis oleh Pentagon.

“Pentagon telah mengusulkan skenario serangan untuk membunuh Ayatullah Ali Khamenei dan putranya, Mujtaba Khamenei, yang dianggap calon kuat pengganti ayahnya. Rencana ini dieksekusi tepat pada hari pertama serangan,” ungkapnya.

Faisal menilai langkah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump telah terang-terangan mengabaikan hukum internasional. Ia menyebut Trump secara terbuka menyatakan tidak lagi memerlukan atau menghormati aturan dunia dalam menjalankan kebijakan ekspansionisnya demi kepentingan Israel.

Kegagalan Intelijen Barat

Meski pemimpin tertinggi Iran telah syahid, Faisal menilai skenario AS-Israel untuk menciptakan kekacauan (chaos) di dalam negeri Iran telah gagal total. Alih-alih runtuh, rakyat Iran justru terlihat semakin solid mendukung pemerintahnya untuk melakukan pembalasan yang setimpal.

“Amerika dan Israel berpikir jika pemimpin tertinggi mati, rakyat akan keos. Ternyata tidak. Mereka malah makin solid dan memberikan legitimasi bagi militer Iran untuk membalas serangan tersebut,” pungkas Faisal.

Atas dasar rentetan pelanggaran ini, Faisal mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak lagi “gamang” dan segera mengambil sikap diplomatik yang tegas, termasuk mengutuk keras serangan tersebut dan mempertimbangkan posisi Indonesia dalam lembaga-lembaga internasional yang berafiliasi dengan pihak penyerang.

1 komentar untuk “AS-Israel Menjadikan Anak Anak Perempuan Target Utama Serangan ke Iran”

Tinggalkan Balasan ke somebody Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top