JAKARTA — Di balik kemeriahan seremonial adat dan panggung megah safari politik Joko Widodo (Jokowi) di berbagai daerah, tersimpan sebuah siasat komunikasi politik yang defensif sekaligus ofensif. Langkah mantan presiden yang terus aktif berkeliling Nusantara dituding sengaja dirancang sebagai upaya pengalihan isu massal demi meredam gejolak hukum, khususnya terkait gugatan dugaan ijazah palsu dan tudingan korupsi yang menyeret lingkaran dekatnya.
Dugaan taktis ini dibongkar secara gamblang oleh Pengamat Komunikasi Politik dan Militer dari Universitas Nasional (Unas), Dr. Selamat Ginting, dalam wawancara kritis di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP yang disiarkan pada akhir Juni 2026.
Selamat Ginting menilai, hiruk-pikuk pemberitaan mengenai kunjungan daerah Jokowi sengaja diproduksi untuk menggeser fokus perhatian publik dari ruang sidang ke ruang publik.
“Safari politik menilang Jokowi itu dalam rangka mencari dukungan massa, kemudian mengendalikan narasi media, dari isu ijazah menjadi safari politik. Kan geser jadinya, kan ada perang narasi media,” ujar Selamat Ginting secara tajam.
Gertakan Politik di Tengah Gugatan Ijazah
Sebagai jurnalisme senior, tercatat bahwa urusan legalitas dokumen akademik mantan presiden tersebut memang masih menjadi polemik yang terus menggelinding di jalur hukum. Publik dan kelompok aktivis terus menuntut kejelasan yang konkret atas perkara ini.
Namun, alih-alih fokus menyelesaikan polemik tersebut secara hukum, Jokowi dinilai memilih menggunakan metode political signaling (sinyal politik) melalui pengumpulan massa di lapangan. Langkah ini dibac sebagai pesan terselubung kepada aparat penegak hukum dan lembaga peradilan bahwa dirinya masih memiliki taji di akar rumput.
“Jokowi adalah mantan presiden yang ijazahnya belum clear, maka publik juga menanya urusanmu clearkan dulu dong ijazah, jangan tiba-tiba kampanye, ini kan kampanye artinya kan curi star,” cetus Selamat menambahkan, ini strategi juga bagi Jokowi dan bisa menjadi pesan ‘’ jangan main-main dengan gua, gua masih punya massa besar loh,kira-kira gitu.” tambahnya



